Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

ITDC Klaim Warga Lokal Rasakan Dampak KEK Mandalika

Lestari Dewi • Selasa, 9 Juni 2026 | 10:29 WIB
Forum diskusi stakeholder ini menjadi ruang penting bagi ITDC untuk evaluasi dampak, mendengar perspektif warga, serta menajamkan strategi pengembangan KEK Mandalika di Loteng, Senin (8/6). (Dewi/Lombok Post)
Forum diskusi stakeholder ini menjadi ruang penting bagi ITDC untuk evaluasi dampak, mendengar perspektif warga, serta menajamkan strategi pengembangan KEK Mandalika di Loteng, Senin (8/6). (Dewi/Lombok Post)

 

 

LombokPost-Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika kini bergerak lebih inklusif. Di tengah transformasi kawasan sebagai destinasi sportstainment kelas dunia, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus memastikan pembangunan membawa dampak nyata bagi ekonomi, sosial, dan lingkungan masyarakat sekitar.

Direktur Operasi ITDC Troy Reza Warokka mengatakan, pertumbuhan destinasi wisata tidak boleh hanya diukur dari kemegahan infrastruktur atau nilai investasi yang masuk. Keberlanjutan juga bergantung pada seberapa besar masyarakat lokal terlibat dan merasakan manfaat langsung dari ekosistem pariwisata.

“Kami meyakini keberlanjutan destinasi ditentukan sejauh mana pemangku kepentingan dapat terlibat. Forum diskusi seperti ini menjadi ruang penting bagi kami untuk mengevaluasi dampak, mendengar perspektif warga, serta menajamkan strategi agar The Mandalika tumbuh sebagai kawasan yang inklusif dan berdaya saing,” ujar Troy, Senin (8/6).

Baca Juga: Polisi Periksa Saksi Kasus Santri Terbakar, Ponpes Diminta Perketat Pengawasan Santri

Sebagai wujud komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, ITDC memacu pembangunan infrastruktur dasar melalui program Mandalika Urban and Tourism Infrastructure Project (MUTIP). Proyek strategis dengan dukungan pembiayaan dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) ini berfokus pada penguatan konektivitas dan utilitas vital di kawasan.

Melalui MUTIP, sejumlah fasilitas strategis kini mulai dirasakan manfaatnya oleh wilayah sekitar. Mulai dari pembangunan jalan kawasan, penyediaan koridor utilitas, jaringan air bersih, sistem drainase pengendali banjir, hingga infrastruktur mitigasi bencana dan ruang publik untuk masyarakat lokal.

Transformasi ini mendapat apresiasi positif dari elemen masyarakat setempat. Rata Wijaya, salah satu tokoh masyarakat lokal sekaligus pegiat pariwisata, mengatakan kehadiran KEK Mandalika telah mengubah lanskap pencaharian warga secara signifikan. Pilihan lapangan kerja kini jauh lebih bervariasi.

Baca Juga: Investasi Loteng Tembus Rp 2,59 Triliun, Total 64 Persen dari Target Tahun 2026

“Dulu ekonomi kami hanya bertumpu pada sektor pertanian dan perikanan. Sekarang, masyarakat punya banyak alternatif usaha, mulai dari UMKM, kuliner, hingga sektor jasa pariwisata. Ke depan, kami berharap ruang bagi pelaku lokal terus diperluas agar kesejahteraan ini merata,” kata Rata.

Menjawab tantangan pengelolaan destinasi pariwisata yang kian kompleks, ITDC memastikan ruang dialog melalui Focus Group Discussion (FGD) akan digelar berkala. Kolaborasi erat antara pengelola, Pemkab Loteng, dan warga menjadi pilar utama untuk menyelaraskan laju industri pariwisata dengan kelestarian lingkungan serta kearifan lokal masyarakat Sasak.

Editor : Jelo Sangaji
#Lombok Tengah #dampak #warga lokal #ITDC #KEK Mandalika