LombokPost-Perkembangan kawasan The Mandalika terus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. Termasuk bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di desa penyangga.
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang diikuti 28 pemilik UMKM dari Desa Kuta dan Desa Prabu itu menjadi bagian dari komitmen ITDC. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal agar mampu memanfaatkan peluang ekonomi yang tumbuh seiring perkembangan sektor pariwisata di The Mandalika.
General Manager The Mandalika Pari Wijaya mengatakan, pengembangan destinasi pariwisata tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur dan atraksi wisata. Pengembangan itu juga harus mampu menciptakan manfaat ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.
Karena itu, peningkatan kapasitas UMKM menjadi bagian penting untuk memastikan masyarakat lokal dapat tumbuh bersama perkembangan kawasan.
“Kami ingin semakin banyak UMKM lokal yang menjadi bagian dari rantai nilai pariwisata The Mandalika,” ujar Pari usai membuka Workshop Pemasaran Digital bagi UMKM Desa Penyangga, di Dusun Bungawan Daya, Desa Prabu, Pujut, Loteng, Jumat (12/6).
Para peserta workshop merupakan UMKM binaan yang bergerak di berbagai sektor usaha. Mulai dari produk olahan pangan, produk berbasis kelapa, hingga pertanian hidroponik. Beberapa di antaranya telah menunjukkan perkembangan positif dan mulai terhubung dengan ekosistem pariwisata di kawasan The Mandalika.
Baca Juga: ITDC Klaim Warga Lokal Rasakan Dampak KEK Mandalika
Pantauan Lombok Post, workshop ini turut menghadirkan Marketing Communication Pullman Lombok Mandalika Merujani Beach Resort Ryan Rinaldy, Corporate Digital ITDC Imam Khoirul, serta Public Community and Relation (PCR) The Mandalika Adjat Sudrajat sebagai narasumber.
Para peserta memperoleh pembekalan mengenai pentingnya konten digital, strategi komunikasi pemasaran dan branding, pengembangan kemasan produk, hingga praktik membuat konten promosi yang bisa mendukung pemasaran produk UMKM secara lebih efektif.
Melalui pelatihan itu, peserta diharapkan mampu meningkatkan visibilitas produk melalui platform digital. Mereka juga diharapkan dapat memperluas jaringan pemasaran dan membuka akses kemitraan dengan tenant, hotel, restoran, serta pelaku usaha pariwisata di kawasan The Mandalika.
Selain pelatihan, ITDC juga menyerahkan bantuan sarana dan prasarana berupa sepuluh unit tempat sampah kepada Pokdarwis Monkey Cave Desa Prabu. Bantuan itu diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pengelolaan kebersihan dan peningkatan kualitas destinasi wisata Monkey Cave.
Ketua Pokdarwis Monkey Cave Desa Prabu Zaki Yurahman yang turut menjadi salah satu peserta workshop antusias mengikuti pelatihan ini. Menurutnya, kegiatan itu memberikan wawasan baru yang sangat dibutuhkan pelaku usaha mikro untuk meningkatkan daya saing produk.
“Selama ini kami lebih fokus pada produksi dan penjualan secara langsung. Melalui workshop ini kami mendapatkan banyak pengetahuan mengenai cara membangun branding, membuat konten promosi yang menarik, hingga memahami kebutuhan pasar yang terus berkembang. Kami berharap ilmu yang diperoleh bisa membantu produk kami menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Editor : Pujo Nugroho