Lombok Post-Kebijakan maskapai penerbangan Scoot menambah frekuensi rute Singapura-Lombok (SIN-LOP) menjadi 10 kali sepekan mendapat apresiasi dari kalangan legislatif.
Langkah strategis anak perusahaan Singapore Airlines ini dinilai menjadi angin segar bagi percepatan pemulihan dan pertumbuhan ekonomi di Gumi Tatas Tuhu Trasna.
Wakil Ketua I DPRD Lombok Tengah Lalu Muhammad Akhyar menyambut baik lonjakan frekuensi penerbangan tersebut.
Menurutnya, peningkatan konektivitas internasional ini menjadi peluang emas yang harus ditangkap secara cepat dan tepat oleh pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan.
Baca Juga: Scoot Layani Singapura-Lombok 10 Kali Sepekan di BIZAM Lombok
“Kami di legislatif tentu sangat mengapresiasi dan menyambut baik komitmen maskapai Scoot. Lombok Tengah ini sebenarnya juga sangat bergantung pada sektor pariwisata. Sehingga langkah strategis yang perlu dilakukan adalah menambah rute-rute penerbangan internasional dan domestik,” kata Akhyar, Jumat (12/6).
Politikus senior ini menekankan, penambahan slot penerbangan internasional bukan sekadar memberi kemudahan bagi wisatawan luar negeri untuk datang.
Lebih dari itu, dampaknya akan sangat luas terhadap ekosistem ekonomi lokal. Mulai dari sektor pariwisata, investasi, hingga perdagangan.
Baca Juga: DPRD Loteng Minta Maksimalkan Pelayanan Kesehatan untuk Disabilitas
“Keterbukaan aksesibilitas ini harus kita pandang sebagai stimulan besar untuk menarik investasi baru ke Lombok Tengah dan membuka pasar yang lebih luas bagi produk-produk unggulan daerah ke kancah internasional,” tegasnya.
Namun, Akhyar mengingatkan, kemudahan aksesibilitas ini harus diimbangi dengan kesiapan daerah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Loteng dituntut bergerak cepat membenahi destinasi wisata yang tersebar di wilayah selatan maupun utara.
Fokus utama yang paling mendesak dibenahi, lanjutnya, yakni faktor pendukung destinasi. Terutama peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal dalam hal keramahtamahan atau hospitality.
Baca Juga: Ketua DPRD Loteng Tegaskan Kekerasan terhadap Santri Tak Boleh Terulang
“SDM ini harus dibenahi melalui berbagai pelatihan dan pembinaan. Selain itu, kelestarian budaya juga wajib diperhatikan. Sebab, selain keindahan alam yang kita jual, ada nilai budaya dan kesenian di dalamnya yang memberikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing,” ucap Akhyar.
Di samping urusan SDM, ia juga mengingatkan pemda agar tidak melupakan perbaikan infrastruktur jalan menuju objek wisata. Akhyar berharap, kebijakan anggaran daerah ke depan lebih berpihak pada pos-pos produktif.
“Alokasi anggaran harus bisa mendukung perputaran perekonomian. Misalnya, perbaikan jalan kabupaten menuju daerah-daerah produktif itu sangat strategis untuk segera dibenahi. Infrastruktur yang mantap akan memperlancar arus kunjungan wisatawan sekaligus menghidupkan sektor-sektor pendukung pariwisata lainnya,” pungkasnya.
Baca Juga: Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati Minta Kasus Dugaan Pembakaran Santri di Lombok Tengah Diusut Tuntas
Berdasarkan data otoritas bandara, rata-rata trafik harian penumpang pada rute Singapura-Lombok sepanjang Mei 2026 tercatat mencapai 3.018 penumpang. Atau rata-rata 97 orang per hari. Angka ini menjadi basis kuat bagi peningkatan layanan maskapai anak usaha Singapore Airlines itu.
“Penambahan frekuensi penerbangan Scoot ini merupakan kabar baik bagi masyarakat dan sektor pariwisata NTB,” ujar General Manager Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Bizam) Aidhil Philip Julian.
Editor : Akbar Sirinawa