LombokPost - Satu tahun kepemimpinan Bupati Lombok Tengah (Loteng) Lalu Pathul Bahri dan Wakil Bupati M Nursiah dievaluasi. Berbagai elemen daerah berkumpul dalam ruang dialog di kantor bupati Loteng. Mereka membedah capaian dan tantangan pembangunan selama setahun terakhir.
Duet Pathul-Nursiah membawa visi pembangunan melalui konsep MASMIRAH. Yakni masyarakat Loteng yang mandiri, berdaya saing, sejahtera, dan harmonis.
Visi tersebut dijabarkan dalam lima misi. Mulai peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), reformasi birokrasi, penguatan ekonomi, pemerataan infrastruktur, hingga penguatan sosial budaya. Sejumlah program disebut mulai berjalan. Di bidang SDM, Pemkab Loteng mendorong akses pendidikan dan kesehatan melalui Universal Health Coverage (UHC).
Baca Juga: LKPJ APBD Lombok Tengah 2025, Kinerja Pathul-Nursiah Tunjukkan Tren Positif
Pemerintah juga memberikan dukungan kepada guru ngaji, kader posyandu, guru honorer, dan tenaga kesehatan. Di sektor ekonomi, Pemkab mendorong UMKM, desa wisata, perlindungan petani dan nelayan, serta ekonomi kreatif. Pembangunan fisik juga terus dikebut. Mulai dari perbaikan jalan, irigasi, rumah tidak layak huni (RTLH), ruang terbuka publik, hingga fasilitas ramah disabilitas.
General Manager The Mandalika Pari Wijaya mengapresiasi arah pembangunan tersebut. Menurutnya, dampak visi MASMIRAH mulai terasa di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. “Event internasional berjalan sukses. Infrastruktur juga terus berkembang. Kami juga terus melatih SDM lokal agar kapasitas meningkat,” katanya.
Baca Juga: Kinerja Pathul-Nursiah Melesat, PAD Lampaui Target, Kemiskinan Turun
Ia menilai pelayanan investasi di Loteng semakin cepat. Terutama dalam proses perizinan. “Dampak pembangunan pariwisata terhadap ekonomi lokal mulai terasa,” ujarnya.
Akademisi Prof. Dr. Nuriadi juga memberikan catatan. Ia meminta potensi lokal lebih banyak masuk ke pasar besar.
Menurutnya, produk lokal seperti kuliner khas Lombok masih memiliki peluang besar dikembangkan. “Banyak kuliner khas Lombok yang bisa didorong melalui kerja sama dengan BUMN,” katanya.
Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Loteng Ahmad Syamsul Hadi meminta pemerintah lebih fokus memasuki tahun kedua. Ada tiga sektor yang harus menjadi perhatian. Yakni infrastruktur, birokrasi, dan investasi.
Ia menyoroti masih adanya jabatan kosong di lingkungan Pemkab Loteng. Menurutnya, birokrasi menjadi kunci keberhasilan pembangunan. “Investasi yang masuk harus terlihat dampaknya. Terutama terhadap tenaga kerja lokal,” tegasnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng Lalu Firman Wijaya mengakui masih ada tantangan di lapangan. Ada tiga persoalan utama yang menghambat investasi. Pertama, masalah perizinan. Kedua, sengketa lahan. Ketiga, persoalan premanisme. “Ini terus kami perbaiki agar investasi berjalan lancar,” ujarnya.
Pemkab Loteng juga menargetkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Targetnya mencapai Rp 900 miliar.
Dari sektor pajak, mulai terlihat peningkatan terutama dari hotel, restoran, dan hiburan. “Kami akan terus menyusun kebijakan yang tepat, termasuk pemberian insentif bagi investor,” pungkas Firman.
Editor : Akbar Sirinawa