LombokPost - Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri meresmikan program Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Komunitas Unggul Anak Tangguh (KUAT) NTB Makmur Mendunia di Desa Barabali, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah (Loteng), Kamis (25/6). Program desa berdaya ini menjadi salah satu langkah menekan angka kemiskinan ekstrem di NTB.
Wagub NTB yang akrab disapa Ummi Dinda mengatakan program tersebut merupakan bagian dari tiga pilar visi-misi Iqbal-Dinda. Pemerintah akan terus melakukan evaluasi agar program berjalan maksimal. “Semua penggerak desa harus satu pemahaman. Mulai kepala desa, kepala dusun, hingga kader PKK. Angka kemiskinan ekstrem harus turun,” kata Ummi Dinda.
Ia juga memastikan masyarakat mendapat akses pelayanan kesehatan yang lebih mudah. Menurutnya, pencegahan harus dilakukan sejak dini. Terutama terkait kesehatan ibu dan anak.
Perangkat desa dan kader posyandu diminta aktif mencegah pernikahan usia dini. Pemeriksaan kesehatan calon ibu juga harus diperkuat. Salah satunya melalui pengukuran lingkar lengan atas (LiLA). “Kalau sudah menikah, jangan langsung hamil sebelum memenuhi syarat. Minimal lingkar lengan atas 23 sentimeter,” jelasnya.
Sebab, calon ibu dengan ukuran LiLA di bawah standar memiliki risiko lebih besar melahirkan anak stunting.
Sementara itu, Ketua TP PKK NTB Sinta Agathia M Iqbal mengatakan penanganan stunting tidak hanya fokus pada anak yang sudah terdata. Di Desa Barabali, terdapat 100 anak stunting yang saat ini sedang mendapat intervensi. Namun, pencegahan juga harus menyasar anak yang lahir normal.
“Anak yang lahir normal bisa mengalami stunting jika gizi, nutrisi, lingkungan, dan pola asuh tidak diperhatikan,” tegas Sinta.
Baca Juga: Angka Stunting Loteng 9,81 Persen, Ini 5 Kecamatan dengan Kasus Tertinggi
Ia mengajak masyarakat aktif menyampaikan kebutuhan dan persoalan keluarga kepada BKOW. Sebab, BKOW memiliki berbagai bidang yang dapat membantu masyarakat.
“Silakan sampaikan kebutuhan kepada BKOW. Semua bidang tersedia untuk mendampingi masyarakat,” pungkasnya.
Editor : Akbar Sirinawa