Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Perumdam Tiara Loteng Pastikan Semua Korban Santri Luka Bakar Didampingi

Lestari Dewi • Selasa, 30 Juni 2026 | 08:08 WIB
Wabup Loteng M Nursiah (dua kanan) didampingi Dirut Perumdam Tiara Loteng Bambang Soepratomo mengunjungi salah satu santri korban luka bakar di Desa Karang Sidemen, BKU, Loteng, belum lama ini. (Dewi/Lombok Post)
Wabup Loteng M Nursiah (dua kanan) didampingi Dirut Perumdam Tiara Loteng Bambang Soepratomo mengunjungi salah satu santri korban luka bakar di Desa Karang Sidemen, BKU, Loteng, belum lama ini. (Dewi/Lombok Post)

 

LombokPost - Direktur Utama Perumdam Air Minum Tirta Ardhia Rinjani (Tiara) Lombok Tengah (Loteng) Bambang Soepratomo angkat bicara terkait dugaan perlakuan diskriminatif terhadap korban insiden luka bakar yang melibatkan santri.

Bambang menegaskan, seluruh korban mendapat perhatian dan pendampingan yang sama dari pihak perusahaan.

Ia mengatakan, perbedaan penanganan di lapangan murni menyesuaikan kebutuhan medis masing-masing korban. Bukan karena tebang pilih.

“Tidak ada diskriminasi. Kedua korban sama-sama kami dampingi dalam proses pengobatan. Yang berbeda hanyalah bentuk penanganan atau treatment sesuai dengan kondisi medis masing-masing,” tegas Bambang kepada wartawan, Senin (29/6).

Baca Juga: Dua Santri Luka Bakar di Lombok Tengah Dapat Bantuan Ayam Petelur dari Pemkab

Bambang menyebut, Perumdam Tiara Loteng terus mengawal proses pemulihan salah satu santri, SAH (13). Setelah menjalani perawatan intensif dan operasi bedah plastik selama sembilan hari di RSUD Provinsi NTB, SAH diperbolehkan pulang pada Kamis (25/6).

Bambang menjelaskan, pendampingan yang diberikan tidak hanya menyentuh aspek kesehatan. Perusahaan juga membantu pemulihan ekonomi keluarga korban. Bantuan ekonomi produktif itu berupa paket kandang, ayam petelur siap produksi, serta pakan.

Bantuan diberikan merata kepada keluarga SAH dan keluarga korban lainnya, DN. “Jika dirawat dengan baik, produktivitasnya bisa bertahan sampai dua tahun ke depan. Ini bentuk komitmen kami agar keluarga tetap produktif selama masa pemulihan anak-anak mereka,” kata Bambang.

Baca Juga: Kejari dan Dinsos Loteng Salurkan Bantuan untuk Santri Korban Luka Bakar

Kepala Sekretariat Perusahaan (Sekper) Perumdam Tiara Loteng Lalu Khaerul Huda menambahkan, tindakan medis untuk SAH memang membutuhkan penanganan khusus berupa bedah plastik. Sebelum operasi, kaki korban sempat mengalami kekakuan dan sulit diluruskan.

“Alhamdulillah, intervensi medis yang tepat membuat kondisi korban membaik secara signifikan. Sekarang kakinya sudah bisa ditekuk dan mulai belajar berjalan lagi,” kata Huda.

Perusahaan daerah itu juga ikut membantu ketika keluarga menghadapi kendala pembiayaan. Sebagian tindakan medis lanjutan yang dijalani SAH tidak masuk skema tanggungan BPJS Kesehatan.

Agar pengobatan tidak terputus, seluruh sisa biaya pengobatan ditanggung penuh manajemen Perumdam Tiara Loteng. Nurul Hidayah, bibi SAH, mengaku sangat bersyukur atas perhatian pihak perusahaan di tengah keterbatasan ekonomi keluarga.

Baca Juga: Pathul-Nursiah Mau Berutang Lagi, DPRD Wanti-wanti Masih Ada Sisa Utang Rp 113 Miliar

“Kalau tidak ada bantuan dari PDAM, kami jujur tidak akan mampu melanjutkan pengobatan SAH (disebut nama terang, red). Kami sangat berterima kasih kepada Pak Dirut dan seluruh keluarga besar Perumdam,” ungkap Nurul. 

Editor : Akbar Sirinawa
#perumdam tiara loteng #luka bakar #insiden #diskriminasi #Bantah