LombokPost - Hasil lelang puluhan kendaraan dinas yang digelar Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) berhasil melampaui target. Dari semula ditarget Rp 104 juta, realisasinya berhasil mencapai Rp 226 juta lebih. Seluruh capaian ini dipastikan akan langsung disetor untuk menambah PAD Loteng.
Kepala BKAD Loteng Taufikurrahman Pua Note mengungkapkan, dari total objek yang ditawarkan, terdapat 55 lot kendaraan. Dari jumlah itu, enam lot masuk kategori rongsokan. Rinciannya, empat unit kendaraan tidak laku terjual karena rusak berat.
“Yang tidak laku itu (merek) Axelo dan Honda. Kondisinya rusak, nanti akan kita masukkan dan lelang kembali pada periode berikutnya,” kata pria yang akrab disapa Arman ini, Selasa (30/6).
Baca Juga: Lima Pejabat Eselon II Pensiun, Pemkab Loteng Siapkan Skema Mutasi dan Manajemen Talenta
Meski terdapat beberapa unit yang belum diminati karena kerusakan fisik, antusiasme peserta lelang terhadap lot kendaraan lainnya cukup tinggi. Hal itu memicu nilai akhir penjualan melambung di luar ekspektasi pemda.
“Langkah penertiban aset daerah melalui sistem lelang terbuka ini akan terus dioptimalkan, guna memastikan pemanfaatan aset yang mangkrak dapat dialihkan menjadi sumber pendapatan daerah yang sah,” urainya.
Ketua Fraksi Persatuan Bintang Rakyat (PBR) DPRD Loteng Lalu Hadimi berharap potensi PAD terus ditingkatkan. Sebab, dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat terus mengalami efisiensi.
Baca Juga: Naik Tipe dari B ke A, Polres Loteng Segera Dipimpin Kombespol
Rendahnya PAD akan berdampak langsung pada terhambatnya pembangunan infrastruktur dan layanan publik, seperti pendidikan dan kesehatan. Kondisi itu juga dapat meningkatkan ketergantungan pada pemerintah pusat.
“Kami berharap pemerintah daerah untuk terus mendorong PAD agar pembangunan di Lombok Tengah bisa lebih baik dan maju,” katanya.
Editor : Akbar Sirinawa