Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lomba Desa Tingkat Provinsi, Loteng Optimis Bilebante Tembus Nasional

Lestari Dewi • Jumat, 3 Juli 2026 | 09:08 WIB
Suasana penilaian dan klarifikasi lapangan penjaringan desa berprestasi tingkat Provinsi NTB tahun 2026 ke kantor Desa Bilebante, Pringgarata, Loteng, Kamis (2/7).
Suasana penilaian dan klarifikasi lapangan penjaringan desa berprestasi tingkat Provinsi NTB tahun 2026 ke kantor Desa Bilebante, Pringgarata, Loteng, Kamis (2/7).

 

LombokPost - Pemkab Lombok Tengah (Loteng) optimistis Desa Bilebante bisa mewakili Provinsi NTB ke tingkat nasional dalam Lomba Desa Berprestasi 2026.

Hal ini disampaikan Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri saat menghadiri penilaian dan menerima tim klarifikasi lapangan penjaringan desa berprestasi tingkat Provinsi NTB di kantor Desa Bilebante, Pringgarata, Kamis (2/7).

“Penilaian ini untuk menuju (lomba desa berprestasi, Red) tingkat nasional,” ucap Pathul pada wartawan.

Tim penilai dari provinsi melakukan verifikasi langsung terhadap berbagai indikator pembangunan desa. Tidak hanya dari sisi pariwisata. Tetapi juga mencakup aspek kesehatan masyarakat, penanganan stunting, pengentasan kemiskinan, administrasi, sosial kemasyarakatan, hingga ketersediaan infrastruktur pendukung.

Baca Juga: Transformasi Desa Bilebante, dari Tambang Pasir ke Wisata Hijau, Transparansi dan Partisipasi Warga Berhasil Ubah Lanskap Gersang Jadi Hijau Royo-Royo

Meski Desa Bilebante telah menorehkan prestasi sebagai desa wisata di tingkat nasional dan internasional, kata bupati, capaian itu tidak menjadi jaminan memperoleh nilai terbaik dalam kompetisi ini. Sebab, ruang lingkup penilaian jauh lebih luas dan kompleks.

“Namun kita tetap optimis bahwa Lombok Tengah melalui Desa Bilebante bisa menunjukkan yang terbaik,” papar Pathul.

Kepala Tim Penilaian Lomba Desa Berprestasi Lalu Hamdi mengatakan, pihaknya turun memverifikasi langsung setiap desa yang menjadi peserta lomba desa berprestasi. Penilaian mencakup bidang pemerintahan, kewilayahan, hingga kemasyarakatan.

Baca Juga: Top! Bilebante Tembus Ajang Desa Wisata Dunia, Wakili Indonesia untuk Best Tourism Village 2026

“Teman-teman akan berdialog dengan aparat desa, bagaimana tata kelola, administrasi dan pelayanan publik yang ada di Desa Bilebante,” katanya.

Hamdi menjelaskan, pada bidang kewilayahan, tim menilai sejauh mana penuntasan batas wilayah desa. Batas wilayah desa diharapkan seluruhnya terdigitalisasi. Tata ruang wilayah juga menjadi penilaian. Begitu pula cara desa mengatasi persoalan persampahan.

Pada bidang kemasyarakatan, kata dia, tim akan melihat sejauh mana inovasi desa terhadap pendidikan dan penanganan stunting. “Nanti nilai tertinggi itu ada pada presentasi kepala desa yang menceritakan kondisi desa dan inovasi yang sudah dilakukan selama ini,” kata dia.

Baca Juga: Wabup Loteng Sebut Pinjaman Rp 200 Miliar untuk Perbaikan Jalan Rusak

Kepala Desa Bilebante Asrok Mudailun menambahkan, ada atau tidak lomba desa, pihak desa selalu berupaya meningkatkan pelayanan dan inovasi untuk menggali potensi desa. Mulai dari sumber daya alam berupa hamparan padi, irigasi yang tertata, kebun herbal, hingga pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah dengan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS3R).

“Kita berharap dengan potensi yang dimiliki akan dioptimalkan, dan yang belum tergali, potensinya akan kami gali lagi. Tidak kalah penting peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berkompeten,” cetus Asrok. 

Editor : Akbar Sirinawa
#Bilebante #Tingkat Provinsi #lomba desa #Bupati Loteng #Lalu Pathul Bahri