Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Biaya Pembebasan Lahan Hambat Jalur Dua Pasar Jelojok

L
Penulis: Lestari Dewi❯
MASIH RENCANA: Pengendara bermotor melintasi jalan raya Taman Biao di Semayan, Praya, Loteng, Senin (6/7). Warga menagih janji pemerintah terkait rencana jalur dua pada jalur Taman Biao Praya menuju Pasar Jelojok Kopang.
MASIH RENCANA: Pengendara bermotor melintasi jalan raya Taman Biao di Semayan, Praya, Loteng, Senin (6/7). Warga menagih janji pemerintah terkait rencana jalur dua pada jalur Taman Biao Praya menuju Pasar Jelojok Kopang.

Advertisement

 

Lombok Post - Warga dan pengguna jalan mendesak Pemerintah Kabupaten (pemkab) Lombok Tengah (Loteng) untuk segera merealisasikan rencana pembangunan jalur dua Pasar Jelojok Kopang menuju Taman Biao, Praya. Jalur ini dinilai menjadi satu-satunya solusi konkret untuk mengurai kemacetan parah yang setiap hari terjadi di Perempatan Pasar Jelojok, Kopang.

Meski dokumen perencanaan awal telah lama rampung, rencana proyek strategis nasional ini terancam menjadi janji manis belaka. Berdasarkan data Bapperida Loteng, proyek fisik tersebut terpaksa ditunda hingga tahun 2028 akibat terbentur biaya pembebasan lahan yang mencapai Rp 700 miliar.

Camat Kopang Lalu Agus Mawardi mengatakan, wacana pembangunan jalur dua yang sempat menguat kini meredup di tingkat pemerintahan. Padahal, warga sangat berharap proyek ini segera dieksekusi demi kelancaran ekonomi dan transportasi.

“Saya dulu pernah dengar ini akan menjadi dua jalur seperti jalur bypass. Tapi sekarang, saya tidak pernah lagi dengar kelanjutan wacana itu,” ujar Agus pada wartawan di ruang kerjanya, Senin (6/7).

Advertisement

Menurut Agus, simpang empat Jelojok kini sudah berada dalam kondisi darurat macet. Beban kendaraan dari arah Mataram menuju Lombok Timur hingga Sumbawa terus melonjak, diperparah oleh aktivitas ekonomi Pasar Jelojok, SPBU, serta minimnya kesadaran tertib berlalu lintas.

Kondisi ini membuat warga setempat mulai mempertanyakan komitmen pemerintah dalam membenahi infrastruktur utama tersebut. Jalur dua dinilai krusial tidak hanya untuk kenyamanan warga, tetapi juga untuk mendukung kelancaran arus logistik nasional dari Pelabuhan Lembar menuju Pelabuhan Kayangan.

“Untuk mengatasi masalah yang terjadi sekarang, pelebaran ataupun penggunaan jalur dua itu menjadi solusi konkret yang ditunggu masyarakat,” tegas Agus.

Namun, kendala utama eksekusi di lapangan berada pada pembagian beban biaya. Pemerintah pusat siap membangun fisik jalan, tetapi regulasi mewajibkan pemerintah daerah menanggung biaya ganti rugi lahan yang nilainya fantastis tersebut.

“Pelebaran ini mahal karena berhubungan dengan ganti rugi. Ketika pusat bersedia membangun jalan, ganti ruginya menjadi anggaran Pemda. Sementara Pemda saat ini kemampuannya belum sampai ke sana,” jelasnya.

Advertisement
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Taman Biao dan RTPRA Minim Perawatan

Taman Biao dan RTPRA Minim Perawatan

Taman Biao dan Ruang Terbuka Publik Ramah Anak (RTPRA) Biao di Praya terkesan telantar tanpa perawatan dari pemerintah daerah

JANGAN DILEWATKAN! Pemkab Loteng Gelar Kontes Sapi, Berhadiah Rp 75 Juta

JANGAN DILEWATKAN! Pemkab Loteng Gelar Kontes Sapi, Berhadiah Rp 75 Juta

Pemkab Loteng berupaya mendongkrak populasi dan mutu genetik ternak sapi melalui kontes sapi Lombok 2026

Persiapkan Mutasi dan Promosi, Pemkab Loteng Asesmen Pejabat Eselon II dan III

Persiapkan Mutasi dan Promosi, Pemkab Loteng Asesmen Pejabat Eselon II dan III

Pemkab Lombok Tengah saat ini tengah melaksanakan proses asesmen bagi jajaran pejabat eselon II dan III siapkan mutasi dan promosi

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer