LombokPost--RS Mandalika Provinsi NTB mengandalkan tiga inovasi pelayanan kesehatan dalam Penilaian Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Provinsi NTB 2026, Senin (13/7).
Inovasi tersebut berasal dari bidang farmasi, kebidanan, dan promosi kesehatan sebagai bentuk komitmen rumah sakit meningkatkan mutu layanan berbasis kebutuhan masyarakat.
"Keikutsertaan ini bukan sekadar mengejar penghargaan, tetapi menjadi bukti bahwa budaya inovasi terus tumbuh di RS Mandalika," kata Direktur RS Mandalika dr Oxy Cahyowahyuni, Sp.EM., FICEP., FISQua.
Penilaian dilakukan langsung di lingkungan kerja peserta oleh tim dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB yang terdiri atas sepuluh orang dari berbagai profesi kesehatan.
Tim menilai manfaat, dampak, penerapan, hingga keberlanjutan inovasi yang dikembangkan.
"Ini merupakan kali pertama RS Mandalika mengikuti penilaian tenaga medis dan tenaga kesehatan teladan. Kami berharap ada wakil dari RS Mandalika yang mampu menjadi tenaga kesehatan teladan tahun 2026," ujarnya.
Inovasi pertama dipresentasikan apoteker apt. Muhammad Sahindrawan Firmansyah, S.Farm. melalui Rossi Mandalika atau Rekonstitusi Obat Oral dan Injeksi Rumah Sakit Mandalika.
Sistem digital tersebut dikembangkan untuk menstandarkan proses rekonstitusi obat sehingga lebih akurat, terdokumentasi, dan mudah ditelusuri.
"Inovasi ini membuat pelayanan kefarmasian lebih efektif, aman, dan akuntabel sekaligus membantu tenaga keperawatan lebih fokus melayani pasien," jelas Muhammad Sahindrawan.
Melalui sistem tersebut, setiap obat dilengkapi etiket terstandar yang memuat identitas pasien, jenis obat, dosis, waktu peracikan, hingga batas waktu penggunaan.
Selain meningkatkan keselamatan pasien, inovasi itu juga dinilai mampu mendukung efisiensi penggunaan anggaran rumah sakit.
Presentasi berikutnya disampaikan Youri Gagarin, S.Keb. melalui inovasi Nifas Connect Plus. Program ini menghadirkan pendampingan berkelanjutan bagi ibu nifas dengan menggabungkan media edukasi cetak dan digital.
"Dengan layanan ini, ibu tetap bisa berkonsultasi dan memperoleh edukasi meski sudah kembali ke rumah. Kami ingin memastikan kesehatan fisik maupun mental ibu tetap terpantau," katanya.
Inovasi ketiga dibawakan Maslahhatul Wardani, S.K.M. melalui Lentera Mandalika atau Layanan Edukasi Kesehatan Masyarakat Terarah.
Program tersebut merupakan layanan edukasi kesehatan gratis yang dijalankan Tim Promosi Kesehatan RS Mandalika bersama berbagai mitra lintas sektor.
"Fokus utama kami adalah memperkuat upaya promotif dan preventif, terutama dalam percepatan pencegahan stunting melalui edukasi yang berkelanjutan," ujar Maslahhatul.
Baca Juga: Ponpes Baiturrahim Kabar Lombok Timur Gelar Serah Terima Santri Baru
Setelah proses penilaian selesai, tim juri meninjau Poliklinik Preventive Health Care, layanan terbaru RS Mandalika yang mengusung konsep poliklinik eksekutif.
Layanan ini menawarkan pemeriksaan yang lebih cepat, nyaman, privat, dan ditujukan bagi masyarakat maupun wisatawan yang membutuhkan pelayanan kesehatan premium.
"Kehadiran poliklinik ini merupakan bagian dari transformasi layanan RS Mandalika untuk memberikan pengalaman berobat yang lebih efisien dan berkualitas," kata dr. Oxy.
Ia menambahkan, RS Mandalika akan terus mendorong lahirnya inovasi dari tenaga kesehatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan. Menurutnya, kreativitas sumber daya manusia menjadi modal penting agar rumah sakit mampu beradaptasi dengan perkembangan layanan kesehatan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berubah.
Editor : Kimda Farida