Gerindra NTB Perjuangkan Anggaran Rekonstruksi Desa Wisata Sade ke Pusat

Lestari Dewi • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:00 WIB
Jajaran Fraksi Gerindra DPRD NTB usai meninjau lokasi kebakaran di Desa Wisata Sade, Dusun Sade, Desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah, Rabu (26/8).
Jajaran Fraksi Gerindra DPRD NTB usai meninjau lokasi kebakaran di Desa Wisata Sade, Dusun Sade, Desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah, Rabu (26/8).

LombokPost – Kader militan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) NTB bergerak cepat merespons musibah kebakaran yang melanda Dusun Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. 

Langkah tanggap darurat dan rencana rekonstruksi kawasan cagar budaya tersebut kini mulai dimatangkan agar Desa Wisata Sade bisa kembali bangkit tanpa kehilangan identitas aslinya.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD NTB Sudirsah Sujanto menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa warga setempat. 

Baca Juga: Rekonstruksi Kawasan Adat Sade Berbasis Mitigasi Bencana

Ia mengapresiasi kesiapsiagaan seluruh pihak, mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten, hingga tingkatan desa dan pemangku kepentingan lainnya yang bahu-membahu menangani masa tanggap darurat.

“Ini semua sebagai wujud nyata perhatian pemerintah dan stakeholder terkait,” ujar Sudirsah, Rabu (26/8).

Ia menegaskan, Gerindra berkomitmen penuh memperjuangkan proses rekonstruksi hingga ke tingkat pusat agar percepatan pembangunan bisa segera terealisasi. “Kita akan perjuangkan,” cetusnya.

Baca Juga: Dampak Kebakaran Desa Wisata Sade, Kerugian Material Tembus Rp 34 Miliar

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD NTB Lalu Wirajaya turun langsung ke lokasi untuk meninjau situasi lapangan serta memastikan ketersediaan logistik bagi para korban. Menurutnya, bantuan jangka pendek untuk warga terdampak sejauh ini sudah sangat terpenuhi.

“Kami turun untuk melihat langsung kondisi lokasi menjelang rekonstruksi. Gubernur NTB dan Bupati Loteng juga memiliki pandangan yang sama: rekonstruksi Sade harus segera dilakukan,” tegas politisi Gerindra tersebut.

Wirajaya menekankan bahwa Sade merupakan cagar budaya kebanggaan NTB dan Indonesia yang menjadi magnet utama wisatawan dunia. Sebab itu, pembangunan kembali kawasan ini harus mengusung konsep berbasis mitigasi bencana tanpa mengurangi nilai historisnya.

Beberapa poin teknis yang disorot meliputi penyediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hydrant, penataan kabel tanam, hingga perluasan akses jalan di dalam kawasan. 

“Seluruh perencanaan ini nantinya akan didesain langsung oleh arsitek dan tim ahli di bidangnya,” tambah anggota dewan Udayana ini.

Di sisi lain, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri menegaskan bahwa pengerjaan rekonstruksi tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Mengingat material bangunan tradisional seperti bambu dan atap ilalang sangat rentan terbakar, faktor keselamatan menjadi prioritas utama.

Baca Juga: Sirkuit Mandalika Absen dari GTWCA 2027

“Kita rancang sistem kelistrikan menggunakan kabel tanam untuk meminimalisasi risiko korsleting. Perencanaan teknis kelistrikan dan zonasi kawasan ini akan melibatkan tim ahli dari Universitas Mataram (Unram),” jelas Pathul.

Selain jaringan listrik bawah tanah, draf rekonstruksi juga memprioritaskan pelebaran dan penataan akses jalan di dalam pemukiman padat tersebut. 

Langkah ini krusial agar armada Pemadam Kebakaran (Damkar) dapat masuk dengan mudah jika terjadi keadaan darurat di masa depan.

Meski mendorong modernisasi sistem keamanan dan infrastruktur, Pathul menjamin karakter arsitektur kuno dan keaslian Desa Sade tetap terjaga. Aspirasi warga lokal yang ingin mempertahankan ciri khas atap ilalang akan tetap diakomodasi.

Baca Juga: MotoGP Mandalika 2026, Riders Parade Lombok Hadirkan hingga 10 Pembalap

Guna menyelaraskan berbagai masukan dan perbedaan pendapat, Pemkab Loteng akan menyelenggarakannya dalam wadah Focus Group Discussion (FGD).

“Perlu penyamaan persepsi untuk menyelesaikan berbagai detail teknis. Satu kepala satu hati, dua kepala dua hati. Namun apa pun itu, aspirasi masyarakat setempat tetap menjadi acuan utama kami,” pungkas Ketua DPD Partai Gerindra NTB itu. 

 

 

 

Editor : Rury Anjas Andita
Sumber : Liputan
perjuangkan Anggaran rekonstruksi Gerindra NTB pemerintah pusat