Hal tersebut terungkap dari keterangan yang diberikan kepala sekolah (kepsek) PDP yang bersangkutan Faridah kemarin. “Jadi dari awal sudah mengeluhkan sakit. Gejala pertama yang pernah disampaikan itu sakit gigi,’’ jelasnya.
Faridah menjelaskan, pasien yang masuk kategori PDP itu saat ini masih duduk di kelas V meski sudah berusia 16 tahun lebih. Hal ini disebabkan pasien ini sebelumnya pernah bersekolah di Lombok Timur sampai kelas III dan pindah ke Sumbawa Barat.
“Jadi menurut keterangan yang diberikan pihak keluarga, anak ini pernah sampai kelas III. Tapi dia masuknya di sekolah kita mulai dari kelas I lagi, dan saat ini sudah berada di kelas V,’’ akunya.
Faridah mengaku, sejak awal Februari 2020 lalu, anak didiknya ini mulai mengeluhkan sakit. Bahkan pada saat ulangan semester yang berlangsung 16 Maret lalu, dia tidak masuk lantaran sakit.
“Jadi saat ulangan sekolah anak ini sudah tidak masuk karena memang menderita sakit,’’ akunya lagi.
Pihak sekolah juga membenarkan, selama ini anak tersebut kerap melakukan perjalanan mengikuti orang tuanya ke Lombok Timur. Karena sering ikut orang tua, kadang-kadang tidak masuk sekolah. ‘’Terakhir pada 16 Februari anak ini sudah tidak pernah masuk sekolah sampai sekarang dan dilaporkan ke kita tengah menjalani pengobatan,’’ tambahnya.
Keterangan yang disampaikan pihak sekolah ini juga hampir sama dengan rekam medis yang dimiliki Puskesmas Taliwang dan RSUD Asy Syifa Sumbawa Barat. Dimana sebelumnya pasien ini sempat mendapat perawatan dengan keluhan sakit gigi dan beberapa keluhan lain.
“‘’Tapi untuk hasilnya seperti apa kita tunggu hasil swab. Supaya kita tidak menebak-nebak,’’ tambah Direktur RSUD Asy Syifa Sumbawa Barat Dr Carlof, kemarin. (far/r4) Editor : Baiq Farida