”Tujuh ruang kelas dan satu musala,” kata Kepala SMAN 1 Alas Barat Purwanto, pada Lombok Post, terkait bangunan yang terdampak, Rabu (11/11/2020).
Angin puting beliung menyebabkan kerusakan, pada bagian atap bangunan. ”Sebagian besar atapnya lepas, dan plafon rusak,” terang Purwanto.
Dikatakan, pemkab melalui BPBD Sumbawa sudah meninjau lokasi. ”Tak ada korban jiwa, begitu pun luka-luka,” jelas dia.
Pihaknya belum bisa menaksir berapa kerugian. ”Kami belum menghitung,” kata Purwanto.
Kini fokusnya, secepat mungkin melakukan perbaikan. ”Karena ini musim hujan, kami memperbaiki mana yang bisa diperbaiki,” ujarnya.
Kendati demikian, bencana yang melanda tidak membuat layanan belajar tatap muka terganggu. ”Kegiatan itu tetap berlangsung sampai sekarang,” jelas Purwanto.
Di SMAN 1 Alas Barat terdapat 18 ruangan. Ruang yang tak rusak masih bisa dimaksimalkan. ”Itu pun yang kita pakai hanya enam kelas saja,” terang dia.
Sekolah menerapkan sistem shift dan blok, dengan pola pembagian kelas. ”Kelas X dihari Senin dan Selasa, kemudian seterusnya jadi sampai sekarang kita tetap belajar,” pungkasnya.
Terpisah, Sekretaris Dinas Dikbud NTB H Muhtadi Hairi mengatakan, pemerintah langsung sigap usai mendapatkan laporan. ”Saya bersama tim, selesai menyalurkan bantuan ke Desa Batu Rotok, kemudian ke Alas Barat,” terang dia.
Hasil tinjaun langsung menjadi laporan. Dinas Dikbud NTB akan memprioritaskan penanganan perbaikan ruang kelas. ”Bisa saja nanti ada pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), karena peserta didik di sekolah ini cukup banyak,” tegas dia. (yun/r9)
Editor : Baiq Farida