Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tekan Angka Gigitan Anjing Liar, KSB Dapat Sumbangan Senapan Bius

Galih Mps • Senin, 18 April 2022 | 16:30 WIB
UNTUK KORBAN GEMPA CIANJUR: Bupati Lotim HM Sukiman Azmy (tengah) bersama Kadis Sosial Lotim H Suroto (kanan) dan Kadiskominfo dan Persandian Lotim Fauzan (kiri) memperlihatkan daftar sumbangan dari 61 OPD lingkup Pemkab Lotim di ruang rapat bupati Lotim,
UNTUK KORBAN GEMPA CIANJUR: Bupati Lotim HM Sukiman Azmy (tengah) bersama Kadis Sosial Lotim H Suroto (kanan) dan Kadiskominfo dan Persandian Lotim Fauzan (kiri) memperlihatkan daftar sumbangan dari 61 OPD lingkup Pemkab Lotim di ruang rapat bupati Lotim,

TALIWANG-Pemda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mendapat sumbangan dua pucuk senapan bius. Sumbangan ini untuk menangani anjing pembawa rabies.


Senapan itu diserahkan Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Syamsul Ma’arif kepada Bupati KSB, HW. Musyafirin, akhir pekan lalu.


Dua pucuk senapan ini dilengkapi peluru berupa campuran obat bius. Nantinya, senapan itu akan digunakan untuk evakuasi pengambilan sampel anjing liar untuk uji laboratorium. ’’Kita dapat sumbangan dua pucuk. Selain senapan, kita juga mendapat peluru pink sebanyak 50 biji, tulup dan tandu. Alat ini nantinya akan digunakan untuk pengambilan sampel anjing liar,’’ kata Kepala Dinas Pertanian KSB Suhadi, kemarin.


Kejadian luar biasa disandang KSB saat ini mendapat perhatian serius pemerintah pusat. Mereka juga akan mengirim vaksin rabies, termasuk membantu Pemda KSB dalam bentuk Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE). ’’Nanti mereka juga akan membantu kita melakukan sosialisasi ke masyarakat termasuk ke sekolah,’’ ujarnya.


Selama ini Pemda KSB kesulitan mengambil sampel, mengingat peralatan yang dimiliki sangat terbatas. ’’Bantuan ini akan mempercepat kita dalam proses pengambilan sampel,’’ ujarnya.


Senapan bius ini juga bisa digunakan untuk memberikan vaksin kepada anjing liar. Terutama bagi  anjing yang sulit dijinakan. ’’Penggunaan senjata ini juga lebih aman. Jadi begitu ditembak dengan obat bius, kita langsung vaksin dan diberikan tanda,’’ katanya.


Lebih lanjut, Suhadi menyebut, sampai saat ini total kasus gigitan anjing mencapai 68 kasus. ’’Dari jumlah itu, Kecamatan Taliwang masih menjadi yang terbanyak dengan 36 kasus,’’ tambahnya. (far/r8) 

Editor : Galih Mps
#Anjing Rabies #Rabies #Sumbawa