SUMBAWA-Gelaran MXGP Samota Sumbawa menyisakan 40 hari lagi. Meski waktu mepet, Pemprov NTB mengklaim persiapan pembangunan sirkuit dan fasilitas pendukung MXGP Samota diyakini dapat dilakukan secara maksimal.
"Semua sedang berjalan, on progress. Optimisme kami semua bisa selesai," ucap Komandan Lapangan MXGP Samota Ridwan Syah, Senin (16/5) lalu.
Balap motor cross ini digelar pada 24-26 Juni. Segala persiapan pembangunan dan pendukung sirkuit sedang berjalan dan dibangun bersama pihak penyelenggara yaitu infront bekerja sama dengan PT Sport Talenta Indonesia (STI) dan PT Roket Motor Indonesia.
"Infrastruktur kita perhatikan sudah mulai bekerja, sirkuit, venue dibangun dan sifatnya yang mandatori seperti akomodasi, logistik, transportasi dan tak kalah penting pada event MXGP bisa melibatkan UKM-UKM lokal khususnya di Pulau Sumbawa," terangnya.
Dia mengaku, semua lini sedang berjalan secara paralel dan dievaluasi setiap harinya. Sebab kehadiran event ini tidak hanya memberikan kemanfaatan bagi Samota di Sumbawa saja, melainkan kabupaten/kota lain yang di Pulau Sumbawa.
"Sehingga kita sedang merancang keterlibatan semua kabupaten/kota sebagai ajang promosi daerah dalam bentuk atraksi budaya," kata Kepala Dinas PUPR NTB ini.
Mengingat akan ada puluhan stasiun televisi internasional dan belasan stasiun televisi nasional yang akan menyiarkan event tersebut. Artinya, hal itu menjadi peluang besar promosi daerah khususnya Pulau Sumbawa sebagai destinasi sport tourism.
"Kawasan Samota (Teluk Saleh, Pulau Moyo dan Tambora) kita kenalkan, jadi selain balapnya dikerjakan tapi rumah besarnya adalah bagaimana event ini dapat mengeksplore potensi yang dimiliki Pulau Sumbawa," jelas dia.
Menyinggung keraguan berbagai pihak event ini batal diselenggarakan, Ridwan Syah membantahnya Justru dengan menghadirkan MXGP di Pulau Sumbawa lebih jauh menarik ketimbang digelar di Mandalika, Lombok Tengah.
"Karena Sumbawa memiliki karakteristik yang diinginkan, ada petualangan didalamnya. Kalau MotoGP kan balap dengan kecepatan atau on road sedangkan MXGP adalah off road. Pemandangannya juga tak kalah bagus sehingga sangat menjanjikan sebagai kawasan sport tourism," beber pria yang akrab disapa Dae Iwan itu.
Belajar dari penyelenggaraan MotoGP, sambungnya, yang menjadi kendala adalah infrastruktur dan transportasi. Pihaknya tak ingin timbul kemacetan sulit diurai ketika 50 ribu penonton di Samota pulang berbarengan.
"Ini harus diantisipasi, apalagi jalan yang ada di sana hanya satu ruas. Sehingga mesti di desain manajemen rekayasa lalu lintasnya agar tak terjadi penumpukan saat pulang nonton," terangnya.
Dae Iwan pastikan, tidak ada kendaraan pribadi yang dapat masuk kawasan. Sementara untuk sepeda motor diperbolehkan. "Dengan sisa waktu ini kita akan koordinasikan maksimal dan sejauh ini koordinasi on progres," pungkas Dae Iwan. (ewi/r8)
Editor : Galih Mps