Kajari KSB kini dijabat Titin Herawati Utari. Dia nakhoda ketiga semenjak Kejari KSB terbentuk.
ABDUL FARUK, Sumbawa Barat
Pucuk pimpinan Kejari Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kini dijabat sosok baru. Titin Herawati Utara menggantikan Suseno yang sekarang menjadi Kajari Bandung, Jawa Barat. Sebelumnya, Titin menjabat sebagai koordinator pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten.
Sosok perempuan berjilbab ini masih cukup asing di NTB. Maklum, Titin baru kali pertama bertugas di luar Pulau Jawa. Namun di kota-kota besar seperti Jakarta, Banten, Jawa Tengah hingga Jawa Barat, Srikandi Adhiyaksa yang satu ini cukup disegani, terutama bagi para koruptor.
Hal ini tidak lepas dari berbagai jabatan strategis yang pernah diembannya. Mulai dari Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), Ambarawa, Semarang, Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Karawang, Kepala Sub Bagian Pembinaan Kejari Jakarta Pusat hingga koordinator Pidsus Kejati Banten. ”Awal karir saya, begitu lulus PPJ tahun 2006 langsung ditempatkan di Kejari Jakarta Selatan,’’ kenang dia.
Selama berkarir di kejaksaan, dia mengaku memiliki kedekatan dengan media. Hal ini tidak lepas dari berbagai posisi dan jabatan strategis yang pernah diembannya selama menjadi jaksa. ”Kemana pun saya bertugas, pasti media selalu saya cari. Kenapa, karena memang media itu mitra strategis,’’ akunya.
Peran media, dalam mendukung tugas kejaksaan, bagi dia, sangat penting. Ini dirasakan langsung ketika dia menjabat sebagai Kasubbag Pembinaan Kejari Jakarta Pusat.
Dari sisi jabatan sebenarnya lebih banyak difokuskan pada pembinaan internal. ”Sebenarnya tidak nyambung kalau dengan media. Tapi karena juga ditunjuk ketua pengarah WBK dan WBM, banyak inovasi kita ciptakan dan saya banyak dibantu media untuk pemberitaan,’’ paparnya.
Sebagai orang baru, dia tidak menampik masih banyak hal yang perlu dibenahi. Termasuk membangun kerja sama dengan semua pihak, baik dengan pemerintah daerah maupun dengan unsur Forkopimda lainnya. Dia berkomitmen selama mengabdikan diri di KSB akan berusaha memberikan tambahan energi, sumbangsih tenaga, dan pikiran ikut memajukan KSB. ”Untuk internal, tentu saya harus bisa menyeimbangkan tugas yang ada di semua bidang. Baik itu fungsi Pidsus, Pidum, Intelijen hingga Datun,’’ kata Titin.
Fungsi Pidum berkaitan dengan penanganan perkara tindak pidana umum. Di mana, penyidiknya adalah polisi atau PPNS. Begitu juga dengan fungsi Pidsus yang tugasnya menyelidiki, penyidikan, dan penuntutan terkait tindak pidana korupsi. ”Fungsi intelijen itu banyak mulai dari penyelidikan, pengamanan, dan penggalangan. Bahkan diperluas sampai pada pendampingan proyek strategis, mendorong UMKM hingga menekan inflasi sesuai perintah Presiden,’’ bebernya.
Fungsi Datun juga sangat strategis, terutama melakukan pendampingan pekerjaan baik pemerintah daerah, BUMN, BUMD dan berfungsi sebagai jaksa pengacara negara. ”Fungsi ini juga perlu kita sosialisasikan kepada masyarakat. Media menjadi corong yang tepat untuk menyampaikan hal ini,’’ kata dia.
Saat ini Kejari KSB sedang fokus menyelesaikan sejumlah perkara penting. Ada beberapa perkara dugaan korupsi yang sedang ditangani. ”Cuma mohon waktu dulu, belum bisa kita ekspose. Nanti kalau sudah clear kita sampaikan secara terbuka,’’ tambahnya. (*/r8)
Editor : Galih Mps