Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Operasi Patuh Rinjani, Polres KSB Temukan Pengendara Kantongi SIM B2 Palsu

M Islamuddin • Selasa, 23 Juli 2024 | 19:25 WIB
TUNJUKAN SIM PALSU: Kasat Lantas Polres KSB Iptu Dany Agung Pratama (kiri) saat menunjukkan SIM B2 Umum palsu yang ditemukan saat operasi patuh rinjani di Kecamatan Maluk, kemarin. (IST/LOMBOK POST)
TUNJUKAN SIM PALSU: Kasat Lantas Polres KSB Iptu Dany Agung Pratama (kiri) saat menunjukkan SIM B2 Umum palsu yang ditemukan saat operasi patuh rinjani di Kecamatan Maluk, kemarin. (IST/LOMBOK POST)

LombokPost-Anggota Satlantas Polres Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menemukan pengendara mengantongi SIM B2 diduga palsu.

Dua pengguna SIM untuk kendaraan berbadan besar ini terjaring Operasi Patuh Rinjani di Kecamatan Maluk.

”Dua penggunan SIM B2 palsu itu alamat luar NTB,” kata Kasatlantas Polres KSB Iptu Dany Agung Pratama.

Dia menjelaskan, temuan ini mengindikasikan kemungkinan masih banyaknya penggunaan SIM B2 Umum palsu sebagai persyaratan masuk kerja di PT Amman Mineral atau mitra bisnis lainnya.

”Cetakan SIM asli memiliki hologram yang sangat sulit ditiru. Saat pengecekan, petugas kami dapat dengan mudah mengenali keaslian SIM tersebut,’’ jelasnya.

Dia meminta kepada semua perusahaan di Maluk untuk mengecek kembali keaslian SIM B2 Umum yang digunakan karyawannya.

”Yang terjaring razia ini mungkin hanya sebagian kecil. Perusahaan kami minta lebih teliti,’’ pintanya.

Saat ini, pihaknya masih mendalami temuan SIM B2 Umum palsu ini. Selain meminta keterangan pemilik SIM, polisi juga sedang berkoordinasi dengan kepolisian, sumber SIM tersebut diterbitkan.

”Ini sedang terus kami dalami. Jangan-jangan ini ada sindikat khusus,’’ janjinya.

Keterangan sementara yang diperoleh kepolisian, sejumlah penerima SIM B2 Umum palsu ini ternyata ditarik biaya bervariatif.

”Jadi bayar sekitar Rp 5 juta sampai Rp 6 juta. Ini masih terus kami telusuri,’’ tambahnya.

Dalam operasi itu, polisi juga berhasil menjaring sejumlah kendaraan dipasangi stiker atau wrapping di seluruh badan mobil. Hal ini mengakibatkan adanya perubahan cat dasar kendaraan.

Pemasangan stiker ini, menurutnya, dapat mengubah fisik warna kendaraan dengan yang tercantum dalam STNK.

”Ada cukup banyak kendaraan yang seperti ini. Rata digunakan oleh perusahaan sub kontraktor,’’ sesalnya.

Dia menambahkan, tingkat disiplin masyarakat saat berkendara di jalan raya ternyata masih sangat rendah. Hal ini dibuktikan dengan banyak kendaraan roda empat dan roda dua yang terjaring razia.

”Cukup banyak kendaraan terpaksa kita tilang. Karena banyak pelanggaran dilakukan,’’ tandasnya. (far/r8)

Editor : Kimda Farida
#Razia #Sumbawa