Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Beri Atensi Temuan SIM Palsu di KSB, Kapolda Instruksikan Segera Diungkap

M Islamuddin • Kamis, 25 Juli 2024 | 18:58 WIB
Irjen Pol Raden Umar Faroq. (DOK/LOMBOK POST)
Irjen Pol Raden Umar Faroq. (DOK/LOMBOK POST)

LombokPost-Kapolda NTB Irjen Pol Raden Umar Faroq mengatensi kasus pembuatan surat izin mengemudi (SIM) palsu.

Dia menegaskan bahwa sindikat pembuatan SIM palsu harus dibongkar.

Saat ini, Satlantas Polres Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sedang menyelidiki jaringan pembuat SIM palsu tersebut.

”Wajib diungkap,” tegas kapolda.

SIM palsu itu diduga banyak digunakan karyawan perusahaan subkontraktor PT Amman Mineral di KSB.

Menyusul adanya temuan SIM palsu yang digunakan sejumlah karyawan selama Operasi Patuh Rinjani di Kecamatan Maluk.

”Kasus ini jadi atensi kami,” katanya.

Satlantas Polres KSB menemukan SIM palsu yang memiliki kode Satpas Halmahera Selatan, namun diterbitkan di wilayah Polda NTB.

Temuan ini menunjukkan adanya keterlibatan sindikat terorganisir yang mengoperasikan pembuatan dan distribusi SIM palsu di KSB.

Kasatlantas Polres KSB Iptu Dany Agung P mengatakan, pihaknya masih mencari tahu sindikat pembuatan SIM B II palsu yang beredar di KSB.

Petugas telah memeriksa dan meminta keterangan dari salah satu pengguna SIM palsu.

”Pengguna tersebut mengaku hanya perlu mengirimkan foto, tanda tangan, dan KTP kepada seseorang yang mengaku sebagai anggota Polda NTB berinisial P,” ungkap dia.

Korban dari sindikat ini lebih dari lima orang.

Menurut pengakuan mereka, masing-masing diminta membayar Rp 5 juta hingga Rp 6 juta rupiah per orang untuk mendapatkan SIM B II tersebut.

”Dengan cara ini, SIM palsu diterbitkan tanpa melalui prosedur resmi,” kata Dany.

Temuan ini mengindikasikan kemungkinan masih banyak penggunaan SIM B2 Umum palsu sebagai persyaratan masuk kerja di PT Amman atau mitra bisnis lainnya.

Karena itu, semua perusahaan di Maluk diharapkan untuk mengecek kembali keaslian SIM B2 Umum karyawannya. (jlo/r8)

Editor : Kimda Farida
#KSB #sim