Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Masuk Dalam Prioritas Calon Kepala Daerah, Masa Depan Tebu di Dompu Semakin Cerah

Kimda Farida • Kamis, 8 Agustus 2024 | 07:14 WIB
PETIK HASIL: Sejumlah petani tebu di Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu melepas penat dengan berfoto di sela-sela kegiatan memanen tebu di area lahan pertanian mereka. (Istimewa)
PETIK HASIL: Sejumlah petani tebu di Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu melepas penat dengan berfoto di sela-sela kegiatan memanen tebu di area lahan pertanian mereka. (Istimewa)

LombokPost--Pelan tapi pasti, pengembangan komoditi tebu di Dompu kini mulai mendapat perhatian banyak pihak. Meski belum terlalu signifikan namun optimalisasi potensi luas lahan untuk mendorong produktifitas tebu yang semakin digaungkan patut disyukuri.

--------------------------

Bukti jika tebu sekarang mendapat atensi adalah masuknya komoditi ini dalam program visi misi para calon kepala daerah di Dompu.

Salah satunya, pasangan calon petahana H Kader Jaelani-H Syahrul Parsan.

Komoditi ini dinilai multi manfaat. Selain tetes tebu bisa digunakan sebagai bahan baku gula, kuncup tebu bisa diolah sebagai pakan ternak.

“Bisa jadi tebu masuk (komoditi unggulan Dompu, Red) karena untuk menghidupi ternak perlu pakan dan kuncup tebu bisa dipakai para peternak kami,” ujar Wakil Bupati Dompu H Syahrul Parsan kepada Lombok Post, Rabu (7/8).

Menurutnya, keberadaan pabrik gula milik PT Sukses Mantap Sejahtera (SMS) di Dompu otomatis memacu Pemkab Dompu untuk berupaya terus menggenjot produktifitas perkebunan tebu di wilayahnya.

Ikhtiar ini dilakukan agar bahan baku tebu untuk pabrik gula ke depan tidak lagi didatangkan dari luar kabupaten tapi cukup berasal dari petani Dompu dan sebagian kecil wilayah Bima.

Selain itu, infrastruktur pendukung pabrik gula ditambah penyerapan tenaga kerja yang sudah ada cukup menjadi modal utama guna memperjuangkan tebu menjadi komoditi prioritas di wilayah Kabupaten Dompu.

“Tebu saat ini memang belum disebutkan secara spesifik sebagai bagian dari komoditas unggulan daerah tapi sudah masuk dalam kategori holtikultura di visi misi kami bidang pertanian dan perkebunan,” katanya.

Pemkab juga akan semakin intensif membangun komunikasi dengan pihak perusahaan. Salah satunya menyambungkan keinginan para peternak kepada pihak perusahaan agar limbah kuncup tebu bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak.

Para peternak sejauh ini terkendala tidak adanya kendaraan untuk mengangkut kuncup tebu dari area perkebunan PT SMS saat masa panen tiba.

“Kalau PT SMS berkenan bisa bawa keluar kuncup tebu (dari area perkebunan) tentunya bisa dimanfaatkan banyak peternak sekitar,” ujarnya.

Syahrul optimistis tebu memiliki prospek cerah di Bumi Nggahi Rawi Pahu ini.

Kuncinya tinggal semua pihak, baik pemda, perusahaan, maupun elemen masyarakat mau sama-sama bekerja dan bersedia bekerja sama.

Harus ada sinergi juga dengan aparat penegak hukum untuk memastikan kondusifitas wilayah.

“Berdasarkan pengamatan kami di lapangan, kemarin sudah banyak truk-truk yang mengangkut tebu hasil perkebunan masyarakat untuk dilakukan penggilingan,” katanya.

Hal ini menurutnya, menandakan masyarakat Dompu banyak yang sudah mulai menanam tebu. Namun masih dibutuhkan kerja keras agar aktivitas menanam komoditi ini bisa lebih massif dan lebih luas dilakukan seluruh masyarakat, khususnya yang berada dekat dengan lokasi pabrik PT SMS.

Di sisi lain, PT SMS juga gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat, salah satunya melalui expo kemitraan di seluruh desa di Kecamatan Pekat.

Kegiatan ini dilakukan sejak Juni-Juli 2024 lalu.

Strategi ini bertujuan mengajak petani atau masyarakat sekitar untuk menjadi mitra perusahaan atau menanam tebu sehingga kapasitas produksi bisa optimal dan operasional PT SMS bisa berjalan lancar dan konsisten.

Pada akhirnya upaya ini bisa mencapai titik skala ekonomi yang diharapkan.

Perusahaan menargetkan di tahun ini bisa panen tebu sebesar 300. 000 metrik ton (MT), equivalen dengan 4.300 hektare (Ha) lahan tebu yang dipanen.

Angka tersebut masih sangat jauh dari target yang diharapkan untuk mengisi suplai bahan baku pabrik.

Kegiatan expo kemitraan di setiap desa di Kecamatan Pekat juga digunakan untuk memperkenalkan komoditas tebu kepada semua segmen masyarakat, termasuk para kades dan kadus.

Mereka didorong untuk bisa ikut bercocok tanam tebu di musim tanam yang akan berlangsung mulai Oktober sampai Maret mendatang.

”Kami berharap tidak hanya kami masyarakat saja namun para pejabat kabupaten dan para wakil rakyat yang memiliki lahan di sekitar pabrik mau juga ikut serta bertanam tebu,” kata salah seorang petani.(baiq farida)

Editor : Kimda Farida
#Tebu Dompu #NTB