LombokPost--Kekeringan melanda Kabupaten Bima. Jika sebelumnya hanya tujuh desa, kini meluas hingga 25 desa.
Puluhan desa tersebut tersebar pada 15 kecamatan dari total 18 kecamatan di Kabupaten Bima.
Kekeringan terparah terjadi di Kecamatan Palibelo dengan delapan desa terdampak.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima Nurul Huda mengatakan, ada sebanyak 11.015 jiwa yang terdampak kekeringan.
Krisis air bersih ini dikhawatirkan akan terus meluas. Apalagi, Desa Monta Baru, Kecamatan Lambu kini mulai terdampak.
Padahal wilayah setempat dari tahun ke tahun tak pernah terjadi krisis air bersih.
"Desa Monta Baru pertama kali kekurangan air, karena air tanah yang selama ini menjadi sumber air warga setempat sudah berkurang," kata dia, Jumat (11/10).
Dengan kondisi seperti itu, lanjut Nurul, dalam sehari pihaknya harus mendroping air ke wilayah yang terdampak enam hingga tujuh mobil tangki.
Mereka dibantu oleh lembaga non pemerintah, seperti Baznas, Lazismu, Rumah Zakat, AS Sunnah dan PT Bank NTB.
"Tiap hari kami droping air sesuai kebutuhan dan permintaan masyarakat," sebutnya.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Bima Isyra tak heran dengan kekeringan yang terjadi di Kabupaten Bima.
Sebab, banyak hutan yang telah gundul dibabat para petani untuk perluasan area pertanian.
Kondisi tersebut dinilai sebagai salah satu penyebab sehingga memicu kekeringan yang melanda Kabupaten Bima.
Faktor lainnya seperti, dampak kemarau panjang berdasarkan prediksi Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bima. (gun/r8)
Editor : Kimda Farida