LombokPost-Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Bima inspeksi mendadak (Sidak) Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT Elnusa Petrofin (SPBE), Kamis (5/12). Sidak ini untuk memastikan kelancaran distribusi elpiji menjelang Hari Raya Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan tahun baru 2025.
"Sidak ini bertujuan untuk melakukan pengawasan, pengamatan, dan pemantauan terkait BDKT (Barang Dalam Keadaan Terbungkus) guna memastikan distribusi elpiji berjalan dengan baik dan sesuai standar," Kepala Bidang Industri dan Perdagangan Diskoperindag Sodik, Jumat (6/12).
Baca Juga: Penyalahgunaan Narkoba Capai 3,3 Juta Orang, Perputaran Uang Rp 99 Triliun Kurun 2022-2024
Dia menjelaskan, pihaknya ingin memastikan bahwa dalam tabung gas elpiji 3 kilogram (Kg) benar-benar terisi sesuai dengan ukurannya. Karena PT Elnusa Petrofin melakukan pendistribusian harian ke agen-agen di Kota Bima sebesar tujuh Loading Order (LO). "Jadi, satu LO setara dengan 560 tabung LPG (satu truk), dengan total distribusi harian sebanyak 3.920 tabung elpiji," ujar dia.
Menurutnya, pengawasan ini dilakukan untuk memastikan kelancaran distribusi elpiji, karena menjelang HBKN dan tahun baru permintaan masyarakat biasanya meningkat tajam.
“Kami ingin memastikan tidak ada hambatan dalam distribusi elpiji, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik. Kami juga melakukan pengawasan terhadap keakuratan alat ukur di SPBE untuk memastikan tidak ada penyimpangan,” ujarnya.
Baca Juga: Penyalahgunaan Narkoba Capai 3,3 Juta Orang, Perputaran Uang Rp 99 Triliun Kurun 2022-2024
Sodik berharap semua pihak yang terlibat dalam distribusi elpiji dapat bekerja sama dengan baik untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga di masyarakat.
"Pengawasan akan terus dilakukan secara berkala guna memastikan layanan yang diberikan kepada masyarakat sesuai dengan standar dan kebutuhan," pungkasnya. (gun/r8)
Editor : Redaksi Lombok Post