Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jembatan Putus, Satu Desa di Soromandi BIma Terisolir

M Islamuddin • Rabu, 1 Januari 2025 | 22:39 WIB

 

JEMBATAN PUTUS: Warga Sampungu, Soromandi, Bima terisolir karena jembatan putus diterjang banjir, Minggu (29/12).
JEMBATAN PUTUS: Warga Sampungu, Soromandi, Bima terisolir karena jembatan putus diterjang banjir, Minggu (29/12).

 

LombokPost-Bencana banjir kembali wilayah Kabupaten Bima, Minggu (29/12). Ruas jalan putus dan ratusan rumah warga terendam. Misalnya di Desa Sampungu, Kecamatan Soromandi.

Di sana, jembatan penghubung putus diterjang banjir. Gorong-gorong jalan juga rusak. Akibatnya, warga Sampungu terisolir dan tidak bisa melintas. 

Jika ingin berpergian, mereka harus memutar melalui jalur Dompu. Namun jarak tempuhnya memakan waktu berjam-jam.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bima Isyrah mengatakan, bencana banjir kembali terjadi yang menyebabkan infrastruktur umum mengalami rusak. 

"Di Desa Sampungu terjadi banjir di sungai Sori Na,e Soromandi yang menyebabkan talud penahan badan jalan pada oprit jembatan longsor dan putus sepanjang 30 meter," sebut dia, Senin (30/12).

Di Desa Kawinda Nae, Kecamatan Tambora banjir menyebabkan gorong-gorong di jembatan Sori Na,e rusak. Sementara, di Desa Piong, Kecamatan Sanggar banjir memenuhi jalan raya dan merendam lahan pertanian warga di So Lenggo. “Luapan air ini mengakibatkan jalan rusak sehingga sangat mengganggu aktivitas masyarakat,” terangnya.

Di Desa Nggembe, Kecamatan Bolo luapan air sungai merendam pemukiman warga, jalan raya, dan lahan pertanian. “Sebanyak 50 unit rumah terendam dan terdampak tersebar di Dusun Jala dan saat ini banjir sudah surut,” tuturnya.

Baca Juga: Dinas PUPR Mataram Sebut Proyek Pembangunan Septic Tank Komunal Rampung

Di Desa Kowo, Kecamatan Sape luapan air sungai merendam pemukiman warga, jalan raya, dan lahan pertanian. “Total 175 unit rumah terendam dan terdampak tersebar di RT 01 dan RT 02 Desa Kowo,” ujarnya.

Sedangkan di Desa Panda, Kecamatan Palibelo terjadi luapan air setinggi 40 sampai 50 sentimeter ke area jalan nasional “Di Desa Pandai, Woha juga terjadi luapan air di jalan nasional sehingga mengganggu arus lalu lintas,” pungkasnya. (man/r8)

Editor : Redaksi Lombok Post
#penghubung #Jalan #putus #jembatan #Banjir #Bima #Bencana #rusak