LombokPost-Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Amar Nurmansyah mendorong adanya transformasi pertanian tradisional ke modern. Menurutnya, hal ini selaras dengan visi misi pemerintah dalam mewujudkan transformasi kesejahteraan masyarakat yang lebih maju.
”Transformasi bukan saja perubahan biasa saja. Ada tingkatan kesejahteraan yang ingin kita kejar, kepastian jaminan pendidikan dan jaminan kesehatan,” kata Amar saat safari Ramadan di Brang Rea, Selasa (25/3).
Dia lebih khusus menyoroti di bidang pertanian. Masyarakat Brang Rea rata-rata petani. "Jadi, ke depannya perlu adanya transformasi," ujarnya.
Baca Juga: Kompensasi Dibagi Sesuai Jabatan dan Masa Kerja, Sepakat Kompensasi Rp 1 Miliar
Bupati mengatakan, hasil panen padi warga Brang Rea untuk lahan seluas 1 hektare mencapai 6 ton. Sementara, petani di Kecamatan Merangin setiap tahun memanen 10 ton. "Itu artinya ada potensi kita bisa tingkat produksi lahan pertanian untuk bisa lebih meningkat,” jelasnya.
Dia mendorong hasil produktivitas pertanian ini ditingkatkan, namun dengan cara lebih modern. "Bukan lagi dengan cara tradisional, sehingga produktifitas lebih meningkat,," katanya.
Transformasi sektor pertanian bukan saja berkaitan dengan harga gabah. Namun harus diimbangi juga dengan meningkatnya hasil produktivitas. "Jika harga sudah bagus, selanjutnya kita tingkatkan produktifitas," tandasnya.
Baca Juga: SMPN 8 Mataram Empat Hari Gelar Pesantren Kilat
Camat Brang Rea Arkamuddin menjelaskan, mata pencaharian masyarakat Brang Rea sebagian besar di sektor pertanian. "Untuk hasil pertaniannya, selama setahun menghasilkan 16.000 ton per sekali tanam untuk padi dan 1.000 ton untuk jagung," katanya. (jlo/r5)