Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dokter Kandungan Cuti, Ibu Hamil di Bima Keguguran Setelah Dua Hari Alami Pendarahan

M Islamuddin • Jumat, 4 April 2025 | 12:54 WIB

Gedung IGD RSUD Kota Bima. (Istimewa/Lombok Post)
Gedung IGD RSUD Kota Bima. (Istimewa/Lombok Post)

LombokPost - Janin pasien ibu hamil asal Kelurahan Tanjung, Kota Bima inisial A akhirnya tak tertolong. Sejak pendarahan hingga keguguran, tak ada satu pun dokter kandungan yang memberikan penanganan medis.

Pasien yang usia kehamilannya menginjak dua bulan, akhirnya merelakan janinnya keluar bersama pendarahan yang dialami selama dua hari.

Suami A, Haris menuturkan, istrinya mengalami sakit di perut bagian bawah, Rabu (2/4). Sesaat kemudian,  bercak darah keluar saat buang air seni. 

"Istri saya dilarikan ke IGD Puskemas Paruga Kelurahan Dara Kota Bima Pukul 23.00 Wita. Hasil pemeriksaan petugas jaga, pasien alami pendarahan ringan," cerita Haris dihubungi Lombok Post, Jumat (4/4).

Pasien hanya ditangani dua perawat jaga IGD. Sementara, dokter umum hanya melakukan pemeriksaan luar, tanpa berani memberikan tindakan. "Untuk bisa dapat tindakan, harus dilakukan USG. Tapi petugas masih libur. Kami diminta datang lagi tanggal 8 April," beber Haris menirukan pernyataan perawat.

Baca Juga: Pemkot Bima Bangun Rumah Sakit Rp 170 Miliar, Aji Man: Warga Tidak Lagi Berobat Lanjut ke Luar Daerah

Puskesmas pun tak berani merekomendasikan obat. Resep obat penguat janin harus keluar dari dokter kandungan. 

Petugas juga sudah menginformasikan sejak awal dokter kandungan ada yang cuti dan sebagian izin. Sehingga tidak ada keputusan rujukan. Pasien hanya diminta istirahat total. "Istri diminta bed rest total (istirahat) total. Kalau pendarahan lagi, diminta kembali ke P

Puskesmas," bebernya.

Keesokan harinya, pendarahan masih dialami pasien. Sakit di bagian perut dan pinggang semakin menjadi.

Haris mengaku, sudah ada upaya menghubungi petugas medis di Rumah Sakit Daerah Kota Bima, menanyakan dokter kandungan. "Setidaknya kami bisa dapat kepastian kalau dilarikan ke RSUD Kota, ada dokter kandungan," jelasnya.

Tapi kabar yang didapat, dokter kandungan sedang cuti. Dikabarkan ada empat dokter kandungan yang bertugas di Kota Bima. Namun semuanya izin. Ada yang izin cuti, izin sakit, hingga izin ibadah keagamaan.

Baca Juga: Dokter Kandungan RS Bima Kompak Cuti, Ibu Hamil Terpaksa Dirujuk ke Sumbawa

Puncaknya, sekitar Pukul 01.10 Wita Jumat tadi, pasien A mengalami pendarahan. Kali ini lebih banyak dari sebelumnya. Akhirnya A dilarikan ke RS Kota Bima, dengan harapan dapat penanganan lebih. "Petugas piket bilang, ndak ada dokter kandungan. Akhirnya ditangani petugas medis yang siaga," terangnya.

Begitu mendapat penanganan medis, didapati gumpalan daging keluar bersamaan dengan pendarahan pasien. Menurut petugas medis, gumpalan daging berair itu adalah janin yang sel-selnya tidak aktif lagi. "Istri saya dinyatakan keguguran," katanya.

Akhirnya petugas medis RSUD Kota Bima menyarankan untuk USG ke dokter kandungan yang diperkirakan akan masuk Jumat sore. Tujuannya untuk memastikan tindakan lanjutan untuk mencegah terjadi pendarahan lanjutan.

Atas kejadian ini, Haris mengaku tidak menyalahkan pihak mana pun. Dokter kandungan yang terbatas, harus ada solusi dari pihak Rumah Sakit maupun Pemkot Bima. "Kejadian ini jangan sampai terulang. Jangan ada lagi ibu ibu hamil lainnya jadi korban karena dokter libur, sakit dan cuti. Pelayanan medis yang maksimal adalah hak dasar," tegasnya. 

Direktur RSUD Kota Bima dr. Fathurrahman yang dikonfirmasi Lombok Post belum merespon. Pesan singkat via WhatsApp belum dijawab. (jlo/r5)

Editor : Jelo Sangaji
#RSUD Kota Bima #Kota Bima #dokter kandungan #Dokter Cuti