LombokPost-Mega proyek drainase primer Kota Bima dengan anggaran ratusan miliar mulai dikerjakan. Titik awal pengerjaan fisik ini di depan Destinasi Pantai Lawata.
Baca Juga: PMI NTB Tegaskan Muskab PMI Lobar Tidak Sah
Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin dan Wakil Wali Kota Feri Sofiyan melakukan peletakan batu pertama pembangunan infrastruktur drainase primer, yang merupakan program dari Nasional Urban Flood Resilience Project (NUFReP). Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin mengatakan, Kota Bima merupakan salah satu kota di Indonesia yang secara geografis memiliki tantangan tersendiri dalam pengelolaan tata ruang dan pengendalian bencana, terutama banjir. Dalam beberapa tahun terakhir, intensitas curah hujan yang meningkat, urbanisasi yang cepat, serta keterbatasan sistem drainase yang memadai, telah menimbulkan potensi banjir yang cukup serius di beberapa wilayah di Kota Bima.
"Kehadiran program NUFReP adalah anugerah besar dan langkah strategis yang patut kita syukuri. Bantuan dan dukungan dari program ini bukan hanya penting, tetapi benar-benar luar biasa," puji Aji Man, sapaan Wali Kota Bima.
Dia menjelaskan, proyek ini merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat melalui kolaborasi Internasional terhadap kota-kota di Indonesia. Terutama daerah yang memerlukan penguatan kapasitas menghadapi bencana hidrometeorologi, salah satunya Kota Bima.
"Melalui NUFReP, kita tidak hanya membangun saluran drainase yang lebih besar dan lebih baik, tetapi juga membangun pondasi ketahanan kota," jelas dia.
"Ini adalah investasi jangka panjang yang sangat berarti bagi generasi dan anak cucu kita dimasa-masa yang akan datang," tegas mantan anggota DPRD NTB ini.
Dia juga apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam pelaksanaan program ini, mulai dari kementerian PUPR, pemerintah Provinsi NTB, pihak pelaksana lapangan, hingga seluruh perangkat daerah, Camat dan Lurah, serta masyarakat yang telah memberikan dukungan penuh.
PPK Proyek Drainase Primer Dinul Hidayat menyebutkan, pekerjaan ini terkontrak dengan nilai Rp 238.752.353.100. Pengerjaan dimulai sejak 31 Juli 2024 dan akan dikerjakan selama 540 hari. "Kontrak berakhir pada 28 Februari 2026," Dinul yang juga pejabat BWS Nusa Tenggara I.
Pekerjaan ini didanai dari pinjaman hibah luar negeri melalui NUFReP nomor 9459 tahun 2024-2026, dengan penyedia jasanya oleh Nindya Pembangunan KSO.
Dinul membeberkan, lingkup pekerjaan tersebar pada 12 kelurahan di Kota Bima dengan total enam ruas drainase primer. Meliputi drainase primer Amahami dengan panjang 5,13 kilometer (Km), drainase primer Sambinae 1,53 Km, drainase primer Panggi 0,91 Km, drainase primer Pane-Salama 1,99 Km, drainase primer Penatoi 2,05 Km, drainase primer Rite-Matakando-Santi sepanjang 2,4 Km. Sehingga total panjang dari enam ruas drainase primer di 12 kelurahan sepanjang 14 Km. "Perhari ini, progres terhadap DIPA tahun 2026 sebesar 21,18 persen atau setara dengan 14,22 persen terhadap nilai kontrak," ungkapnya.
Baca Juga: Bangun Islamic Center, Tiga Kantor OPD di Lombok Utara Akan Direlokasi
Dengan sisa waktu yang ada, sambungnya, tentu ini bukan hal yang mudah untuk menuntaskan pekerjaan ini. "Tetapi berkat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Bima, pekerjaan ini bisa diselesaikan dengan baik," tandasnya. (gun/jlo/r5)
Editor : Jelo Sangaji