LombokPost-Desa Bara, Kabupaten Dompu kerap menjadi sasaran banjir tiap tahun. Setiap musim hujan rumah warga selalu terendam banjir luapan sungai Bara.
Menjawab keresahan warga, Bupati Dompu Bambang Firdaus turun mengecek langsung penyebab Desa Bara menjadi langganan banjir. Bupati meninjau sungai Bara didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Camat Woja, Kepala Desa Bara, Selasa (15/4).
Dari tinjauan tersebut, kondisi sungai yang berada di tengah-tengah pemukiman warga tersebut terlihat sempit, sehingga tidak memungkinkan untuk menampung debit air. Apalagi, sungai Bara ini menjadi perlintasan banjir kiriman yang bersumber dari Gunung Sumba, tepatnya di jalur jalan Tekasire dan Madaprama. Maklum, gunung tersebut mengalami kerusakan parah akibat perladangan liar.
Bupati Dompu Bambang Firdaus mengatakan, dirinya ingin memastikan sekaligus merespon laporan warga yang selama ini resah, karena di tiap tahun diterjang banjir. ’’Kami datang untuk melihat secara langsung kondisi sungai dan mudah-mudahan kita mendapatkan solusi yang tepat dalam mengatasi banjir,” kata bupati.
Bupati juga meninjau kondisi jembatan yang ada di tengah perkampungan warga yang mengalami kerusakan. Setelah dilakukan pengecekan, pipa besi penyanggah bagian tengah jembatan hilang terbawa arus banjir. ’’Ini akan menjadi atensi untuk diperbaiki,” tegas dia.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dompu Aris Ansyari mengungkapkan, setelah melihat kondisi sungai, kemungkinan akan dilakukan upaya-upaya perbaikan agar dapat mengalir dengan lancar, sehingga dapat mencegah banjir dan erosi. ’’Mungkin bisa direncanakan ke depan untuk dilakukan normalisasi sungai,” jelasnya.
Kepala Desa Bara Andi Aswan bersyukur bupati merespon cepat keluhan warga atas banjir yang melanda wilayahnya tiap tahun. ’’Mudah-mudahan kunjungan ini dapat memberikan solusi yang tepat dalam mengatasi banjir di desa kami,” harap dia. (jlo/r5)
Editor : Jelo Sangaji