LombokPost-Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot menyalurkan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (ALSINTAN) kepada 22 kelompok tani. Bantuan ini bagian dari program Upland Bawang Merah tahap 2, yang merupakan program strategis Kementerian Pertanian dalam mendukung pengembangan sektor pertanian di daerah.
Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot mengatakan, program ini memberikan dampak besar terhadap kemajuan pertanian di Sumbawa, khususnya dalam membentuk kebiasaan baru dalam praktik pertanian modern dari mulai penanaman, perawatan, hingga panen.
Baca Juga: Polisi Temukan Indikasi Korupsi Dana Hibah KPU Bima
“Program ini bukan hanya soal bantuan, tetapi soal perubahan pola pikir dan pola kerja petani. Ini menjadi edukasi dan praktik baru bagi para petani Sumbawa untuk lebih terstruktur dan terencana dalam bercocok tanam,” tegas Bupati.
Dia memaparkan hasil koordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) terkait penanganan hasil jagung. Dia menjelaskan, Pemkab Sumbawa tengah mempersiapkan panen raya dan bekerja sama dengan Bulog untuk menyerap hasil jagung para petani dengan harga yang layak. "Jadi, kita berupaya menjauh dari praktik jual rugi," tegasnya.
Jarot juga mengimbau seluruh kelompok tani untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan. Dia menekankan pentingnya disiplin dan etos kerja dalam mengelola bantuan yang diterima.
“Bertani harus menerapkan ketepatan waktu, tidak bermalas-malasan. Bantuan ini harus digunakan secara cermat agar memberi manfaat nyata. Ikuti pola dan ketentuan yang telah ditetapkan agar hasilnya maksimal,” ujarnya penuh semangat.
Bupati juga berharap kesuksesan program Upland ini akan menjadi inspirasi bagi program-program lainnya untuk melirik Sumbawa sebagai lokasi pengembangan bantuan sektor pertanian yang lebih luas. "Saya mengajak semua pihak untuk bersama-sama mempertahankan identitas, prestasi, dan terus mengembangkan potensi pertanian di daerah," ajak dia.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Ni Wayan Rusmawati menjelaskan bahwa program Upland telah hadir di Sumbawa sejak tahun 2021 dan berakhir pada 2024. Keberhasilan Kabupaten Sumbawa dalam menjalankan program tersebut menjadi dasar diberikannya kepercayaan untuk melanjutkan Program Upland Tahap 2.
“Pada tahap kedua ini, program mencakup 13 kecamatan, 29 desa, dan melibatkan 48 kelompok tani dengan luas lahan garapan mencapai 300 hektar,” jelasnya.
Baca Juga: Hendak Kabur Saat Digerebek, Dua Jaringan Pengedar Sabu di Gunungsari Ditangkap
Adapun bantuan Alsintan yang disalurkan meliputi Mist Blower, Hand Traktor, Hand Sprayer, Cultivator, dan Truk. Bantuan tersebut bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian bawang merah di Sumbawa. Selain itu, program ini juga menyediakan layanan dana bantuan dengan bunga hanya 4 persen yang dapat dimanfaatkan oleh kelompok tani sebagai modal usaha. “Bukan hanya memberikan alat dan kemudahan bantuan dana, kami juga berusaha untuk melakukan kegiatan pendampingan ke desa-desa bersama fasilitator,” tambah kadis. (jlo/r5)
Editor : Jelo Sangaji