Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemda Sumbawa Diminta Siapkan Gudang Jagung, Mentan Amran: Uang Sewa Urusan Negara  

nur cahaya • Selasa, 22 April 2025 | 10:16 WIB

SERAP KELUHAN PETANI: Mentan Andi Amran Sulaiman didampingi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal usai berdialog dengan petani sebelum panen raya jagung di Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, Sumbawa.
SERAP KELUHAN PETANI: Mentan Andi Amran Sulaiman didampingi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal usai berdialog dengan petani sebelum panen raya jagung di Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, Sumbawa.

LombokPost- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman panen raya jagung di Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, Sumbawa, Senin (21/4). Di sana, Mentan memanen banyak keluhan petani perihal rendahnya harga jual dari harga acuan pemerintah.

Baca Juga: Belum Genap Sebulan Menjabat, Wakapolda NTB Diganti

Para petani menyampaikan bahwa harga jagung di lapangan saat ini hanya mencapai Rp 3.700 per kilogram. Padahal harga acuan pemerintah sebesar Rp 5.500 per kilogram. Kondisi serupa juga terjadi pada gabah, yang hanya dihargai Rp 5.900 per kilogram, dari standar harga pemerintah sebesar Rp 6.500 per kilogram.

Photo
Photo

Menanggapi persoalan tersebut, Mentan Amran langsung mengambil langkah cepat dengan menginstruksikan Bulog NTB dan Bulog Sumbawa untuk segera menyerap hasil panen petani sesuai dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah. Dia menilai, salah satu penyebab utama rendahnya harga jual di lapangan adalah keterbatasan kapasitas gudang penyimpanan milik Bulog yang saat ini sudah penuh.

“Saya minta Bupati, siapkan gudang. Nanti negara yang bayar sewanya. Bulog, Babinsa, PPL juga saya minta awasi harga pembelian di tingkat petani. Mulai hari ini, tidak ada lagi pembelian hasil panen petani yang tidak sesuai harga standar pemerintah,” tegas Mentan Amran.

Baca Juga: TPAR Ditutup, Mataram Kelimpungan Sampah, Solusi Jangka Pendek Manfaatkan Insinerator RS Ruslan

Selain menyoroti persoalan harga, Mentan juga menegaskan komitmennya untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui program pompanisasi. Menurutnya, sistem ini memiliki biaya operasional yang lebih murah namun mampu menghasilkan peningkatan produksi yang signifikan karena memungkinkan hingga tiga kali musim tanam dalam setahun.

“Target kita 2.000 unit pompa selesai dalam dua tahun, dengan estimasi biaya sebesar Rp 80 miliar,” tutup Amran. (jlo/r5)

Editor : Jelo Sangaji
#Jagung #harga #gudang #Petani #pemerintah #Sumbawa