Dewan Kembali Ungkap SLB Diduga Fiktif di Bima, Lancar Terima Dana BOS tapi Tak Ada Siswa

M Islamuddin • Dipublikasikan Senin, 5 Mei 2025 | 09:05 WIB

 

Muhamad Aminurlah
Muhamad Aminurlah


LombokPost-Anggota DPRD NTB Muhammad Aminurlah kembali mengungkap keberadaan sekolah luar biasa (SLB) diduga fiktif di Bima. Kali ini, legislator PAN menemukan SLB yang sudah tidak aktif di Desa Mangge, Kecamatan Lambu. "Informasi yang saya terima dari masyarakat, SLB AH (disebutkan namanya) tidak aktif. Tidak ada siswanya juga," kata dia, Minggu (4/5).

SLB AH ini diketahui berlokasi di Desa Mangge, Kecamatan Lambu, Bima. Menurut Maman sapaan Aminurlah, tiap tahun sekolah tersebut tetap menerima dana bantuan operasional sekolah (BOS) BOS dan Program Indonesia Pintar (PIP) ratusan juta. Padahal, sekolah tersebut tidak ada aktivitas belajar mengajar.  "Sekolah tersebut menerima dana BOS setiap tahun Rp 229.200.000, belum termasuk dana PIP," ungkap Maman.

Eks DPRD Bima tiga periode ini mengaku sudah mengecek langsung SLB AH kepada kepala Desa Mangge, Nasarudin. Dari informasi yang didapatnya, SLB AH sudah bertahun-tahun tidak ada kegiatan belajar mengajar hingga ujian nasional. Tapi anehnya, sekolah tersebut tetap menerima blangko ijazah.

"Selama lebih kurang 5 tahun terakhir in tidak ada proses kegiatan belajar mengajar, termasuk kegiatan ujian sekolah atau ujian nasional. Namun blangko ijazah tetap diberikan oleh pihak dinas," beber Maman.

Bangunan SLB tersebut masih ada. Namun tidak terlihat lagi aktivitas belajar mengajar. "Dinas harus turun cek. Apakah benar ada siswa atau tidak. Kalau sudah tidak aktif lagi, harus dievaluasi," katanya.

Berdasarkan penelusuran Koran ini, SLB AH dipimpin SU. Jumlah siswa 40 orang. Sedangkan jumlah guru 13 orang.

Pada tahun 2024, SLB AH menerima dana BOS tahap pertama Rp 114.600.000. Dana BOS tersebut dicairkan 18 Januari 2024 dengan jumlah siswa penerima 60 orang.

Sedangkan dana BOS tahap dua Rp 114.600.000 dan dicairkan 12 Agustus 2024 dengan jumlah siswa penerima 60 orang.

Kepala Desa Mangge Nasarudin membenarkan tidak ada aktivitas belajar mengajar di SLB itu. "Bangunan fisik sekolah itu ada, namun sudah tidak ada lagi aktivitas belajar mengajar," bebernya dihubungi wartawan melalui telepon seluler.

Menurut pantauannya, sekitar tiga tahun terakhir tidak ditemukan lagi adanya aktivitas belajar mengajar. "Tenaga pengajar di SLB itu hanya datang untuk nongkrong. Ndak ada (belajar mengajar)," ungkap Nasarudin.

Informasinya, SLB AH ini milik seorang guru ASN. Namun Nasarudin yang dikonfirmasi tidak mengetahui pasti siapa pemiliknya. "Yang kami tahu bahwa pemilik SLB itu berasal dari luar Kecamatan Lambu. Tenaga pengajar juga dari luar Kecamatan Lambu," kata dia. 

Sebelumnya, dewan menemukan SLB BB di Kecamatan Ambalawi, Bima, yang diketahui tidak pernah menjalankan aktivitas belajar mengajar. Bangunan SLB juga sangat tidak layak sebagai tempat pendidikan. Kondisinya bangunan mirip seperti kandang ternak. 

SLB tersebut berdiri sejak 2018 dan tidak ada kegiatan pembelajaran yang berlangsung di sana. Kendati demikian, dana BOS dan PIP tetap mengalir setiap tahunnya. Pada tahun 2024 saja, SLB ini menerima dana BOS sebesar Rp 229 juta. (jlo/r5)

Editor : Jelo Sangaji
Sumber : Lombok Post
sekolah luar biasa Muhammad Aminurlah Bima SLB