Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

PGRI Dompu Diminta Atensi Anak Tidak Sekolah dan Putus Sekolah

nur cahaya • Selasa, 27 Mei 2025 | 10:10 WIB

BERFOTO BERSAMA: Sekda Dompu Gatot Gunawan PP berfoto bersama dengan pengurus PGRI Dompu, Sabtu (24/5).
BERFOTO BERSAMA: Sekda Dompu Gatot Gunawan PP berfoto bersama dengan pengurus PGRI Dompu, Sabtu (24/5).

LombokPost - Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Dompu diminta mengatensi anak tidak sekolah (ATS) dan anak putus sekolah (APS). 

Sekda Dompu Gatot Gunawan PP mengatakan, PGRI dapat menjadi wadah aspirasi guru-guru yang ada di Kabupaten Dompu.

Sekda juga mengingatkan agar penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) harus berdasarkan kebutuhan riil.

Baca Juga: Dinas Dikbud NTB Luncurkan Program Infak Pendidikan, Cegah Anak Putus Sekolah

"Saya meminta agar pengurus PGRI memberi perhatian serius terhadap Anak Tidak Sekolah dan Anak Putus Sekolah," kata sekda saat konferensi PGRI Dompu, Sabtu (24/5).

Termasuk  melarang kegiatan rekreasi siswa ke luar daerah yang membebani orang tua, serta mendorong sekolah untuk menanam tanaman produktif seperti mangga, alpukat, dan jeruk sesuai kondisi lingkungan sekolah.

“Transformasi yang dilakukan PGRI merupakan langkah strategis untuk memperkuat profesionalisme guru dan meningkatkan kualitas pendidikan. Kami mendukung penuh setiap program yang berorientasi pada mutu pendidikan dan kesejahteraan guru,” ujar sekda.

Baca Juga: Cerita Relawan Sahabat Anak (RSA) : Berikan Pendidikan untuk Anak Putus Sekolah di Lombok (2-habis)

Melalui konferensi ini, sekda berharap, PGRI dapat melahirkan guru yang profesional dan program kerja sesuai dengan perkembangan zaman.

"Program kerja yang dapat dirasakan manfaatnya langsung oleh anggotanya," jelasnya dia.

Dengan semangat kebersamaan dan transformasi, konferensi PGRI ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat peran PGRI sebagai garda terdepan kemajuan pendidikan di Bumi Nggahi Rawi Pahu.

Baca Juga: 11 SMA Terbuka Baru Atasi Masalah Putus Sekolah

Putus sekolah, atau drop out, adalah keadaan di mana seorang siswa berhenti dari sekolah sebelum menyelesaikan pendidikan formalnya. 

Penyebabnya beragam, termasuk faktor ekonomi, kurangnya perhatian orang tua, keterbatasan akses pendidikan, dan berbagai masalah sosial lainnya. 

Putus sekolah memiliki dampak serius bagi individu, keluarga, dan masyarakat, seperti pengangguran, kriminalitas, dan kemiskinan. (jlo/r5)

Editor : Jelo Sangaji
#putus sekolah #pendidikan #pgri #Dompu #bos