Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sampah, Ternak Liar, dan PKL Rusak Wajah Kota Bima

Lombok Post Online • Senin, 16 Juni 2025 | 11:27 WIB

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost - Sampah masih menjadi persoalan serius di Kota Bima. Berbagai upayakan sudah dilakukan, termasuk menghadirkan program Bank Sampah, namun nihil.

Tumpukan sampah masih terlihat berserakan di sejumlah titik jalan di Kota Bima.

Selain sampah, ternak berkeliaran di wilayah Kota Bima masih belum bisa teratasi maksimal. Termasuk keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di Kota Bima yang masih menjamur. 

Baca Juga: Hijaukan Lingkungan dan Kurangi Sampah Plastik, Hari Lingkungan Hidup Sedunia STM Dorong Pengelolaan Sampah Dengan Tepat

Wali Kota Bima Feri Sofiyan menyinggung perihal terkait masalah penanganan sampah yang tak kunjung berakhir.

Ia berharap agar masalah sampah ini untuk segera ditangani dengan baik.

”Saya mengajak masyarakat untuk mau menjaga dan mencintai kebersihan, agar tercipta sebuah kota yang bersih, aman, nyaman dan indah,” ajak Feri. 

Baca Juga: Pemkot Bima Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomis, Tinjau Bank Sampah Dalam Penanganan Sampah Kota Bima

Feri juga menyoroti masalah PKL yang sudah menjamur. Menurut dia, keberadaan PKL semakin banyak dan tidak tertata dengan baik.

”Ini yang perlu ditertibkan,” tegasnya.

Tidak kalah penting soal banyaknya ternak berkeliaran di Kota Bima.

Baca Juga: Bangun Bank Sampah Tiap Kelurahan, Wali Kota Serukan Perang Lawan Sampah

Kondisi ini sangat mengganggu pemandangan Kota Bima.

”Mari kita bergerak bersama, untuk membangun Kota Bima, agar terlihat bersih, indah, sehat, dan asri,” pungkasnya.

Diketahui, Kota Bima sedang darurat sampah. Dalam sehari, jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mencapai 80 ton, terutama di musim hujan. 

Dari total sampah yang dihasilkan warga, hanya sekitar 80 persen yang berhasil diangkut oleh armada pemerintah. Sementara sisanya 20 persen dibuang mandiri oleh warga.

IKUT BERSIHKAN SAMPAH: Pelajar ikut membersihkan di area TPI, Kelurahan Tanjung, Kota Bima, akhir pekan lalu.
IKUT BERSIHKAN SAMPAH: Pelajar ikut membersihkan di area TPI, Kelurahan Tanjung, Kota Bima, akhir pekan lalu.

Ironisnya, mayoritas sampah yang diangkut ke TPA merupakan sampah plastik dan sejenisnya. Sampah organik hanya menyumbang sebagian kecil dari total volume sampah. (gun/r5)

Editor : Jelo Sangaji
#kota #PKL #bank sampah #Bima #armada