LombokPost - Sampah masih menjadi persoalan serius di Kota Bima. Berbagai upayakan sudah dilakukan, termasuk menghadirkan program Bank Sampah, namun nihil.
Tumpukan sampah masih terlihat berserakan di sejumlah titik jalan di Kota Bima.
Selain sampah, ternak berkeliaran di wilayah Kota Bima masih belum bisa teratasi maksimal. Termasuk keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di Kota Bima yang masih menjamur.
Wali Kota Bima Feri Sofiyan menyinggung perihal terkait masalah penanganan sampah yang tak kunjung berakhir.
Ia berharap agar masalah sampah ini untuk segera ditangani dengan baik.
”Saya mengajak masyarakat untuk mau menjaga dan mencintai kebersihan, agar tercipta sebuah kota yang bersih, aman, nyaman dan indah,” ajak Feri.
Feri juga menyoroti masalah PKL yang sudah menjamur. Menurut dia, keberadaan PKL semakin banyak dan tidak tertata dengan baik.
”Ini yang perlu ditertibkan,” tegasnya.
Tidak kalah penting soal banyaknya ternak berkeliaran di Kota Bima.
Baca Juga: Bangun Bank Sampah Tiap Kelurahan, Wali Kota Serukan Perang Lawan Sampah
Kondisi ini sangat mengganggu pemandangan Kota Bima.
”Mari kita bergerak bersama, untuk membangun Kota Bima, agar terlihat bersih, indah, sehat, dan asri,” pungkasnya.
Diketahui, Kota Bima sedang darurat sampah. Dalam sehari, jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mencapai 80 ton, terutama di musim hujan.
Dari total sampah yang dihasilkan warga, hanya sekitar 80 persen yang berhasil diangkut oleh armada pemerintah. Sementara sisanya 20 persen dibuang mandiri oleh warga.
Ironisnya, mayoritas sampah yang diangkut ke TPA merupakan sampah plastik dan sejenisnya. Sampah organik hanya menyumbang sebagian kecil dari total volume sampah. (gun/r5)
Editor : Jelo Sangaji