LombokPost - Warga miskin kategori tertentu dipastikan dapat mengakses banyak program dari Kartu Sumbawa Barat maju.
Warga yang menempati rumah tidak layak huni diberikan bantuan berupa rehab.
Mereka pun dapat mengakses bantuan lain dari program Kartu Sumbawa Barat maju.
Baca Juga: Dewan Dukung Program Kartu KSB Maju, Mencakup Tujuh Program Unggulan
‘’Selain bedah rumah, kategori ini bisa mendapat bantuan lain dari kartu Sumbawa Barat maju. Artinya bukan hanya satu bantuan, tapi bisa lebih,’’ jelas Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Amar Nurmansyah, Minggu (13/7).
Kebijakan ini diambil berdasarkan hasil verifikasi lapangan terhadap 2.500 sasaran. Dari angka ini ada sekitar 900 sasaran tidak tepat.
‘’Ini sesuai hasil pendataan dari Agen Gotong Royong dan sudah diverifikasi pemerintah. 1.600 sasaran sendiri sudah tepat,’’ terangnya.
Baca Juga: Kartu KSB Maju Resmi Dilaunching, Semua Kepala Keluarga Miliki Rekening di Bank NTB Syariah
Pemerintah saat ini menetapkan lima pola intervensi berupa bantuan. Lima skema bantuan yang diberikan, di antaranya bagi warga pemilik rumah rusak berat akan diberikan bantuan perbaikan (rehab rumah,red).
‘’Hasil pendataan ada sekitar 114 rumah rusak berat, selain mendapatkan bantuan perbaikan rumah ada juga program lain diberikan,’’ janjinya.
Dengan kata lain, 114 warga miskin ini, selain mendapatkan bantuan perbaikan rumah juga bisa mendapatkan satu dari empat bantuan program Kartu Sumbawa Barat Maju.
Baca Juga: Fraksi PAN DPRD KSB Lapor ke Pemprov NTB Soal Cacat Prosedural Penyusunan Raperda RPJMD
Sementara 1.500 orang akan mendapatkan bantuan disesuaikan dengan aktifitas atau kegiatan usaha masing-masing seperti pedagang bakulan, kios, pertukangan, laundry dan lain sebagainya.
‘’Bantuan lain juga berupa pertanian, peternakan dan perikanan. Nantinya diberikan September dan mengikuti instrumen Kartu Sumbawa Barat maju,’’ katanya lagi.
Bupati menegaskan, penyelenggaraan Kartu Sumbawa Barat maju bagi warga KSB bertujuan menurunkan angka kemiskinan pada tahun 2025.
‘’Sering kali saya sampaikan, baik di forum yasinan ini atau kegiatan lain pemerintah saya selalu menegaskan penurunan angka kemiskinan di KSB harus tercapai di tahun 2025 ini,’’ katanya.
Sebelumnya, Pemda KSB telah memberikan memberikan tanggung jawab agar AGR sama-sama bertanggungjawab menurunkan angka kemiskinan.
‘’Dari 2.500 sasaran, terdapat banyak sekali fakta baru, sehingga munculnya angka tadi,’’ tambahnya. (far/r5)
Editor : Kimda Farida