Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pelestarian Berbasis Edukasi, AMNT Wujudkan Sekolah Mangrove untuk Warisan Lingkungan Masa Depan

Nurul Hidayati • Selasa, 26 Agustus 2025 | 12:48 WIB
Lebih dari Sekadar Proyek Sekolah Mangrove AMNT Bersama Sekolah Negeri Labuhan Lalar, Namun Ini Cara Jitu Menciptakan Pelestarian Lingkungan Berkelanjutan Daerah Pesisir. AMNT berikan pelatihan.
Lebih dari Sekadar Proyek Sekolah Mangrove AMNT Bersama Sekolah Negeri Labuhan Lalar, Namun Ini Cara Jitu Menciptakan Pelestarian Lingkungan Berkelanjutan Daerah Pesisir. AMNT berikan pelatihan.

LombokPost  –  Perairan yang tenang, anak-anak SDN Labuhan Lalar tidak hanya belajar membaca dan menulis, tetapi juga belajar arti ketahanan dan harapan dari sebatang bibit mangrove.

Beberapa waktu lalu, ratusan siswa, guru, dan masyarakat setempat berkumpul untuk sebuah kegiatan yang lebih dari sekadar penanaman pohon.

Mereka menanam 5.000 bibit mangrove sebagai bagian dari inisiatif kolaboratif dengan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT atau Amman). Bagi anak-anak ini, setiap bibit yang mereka tanam adalah sebuah janji.

Dengan tangan mungil mereka, bibit-bibit itu ditanam satu per satu ke dalam lumpur. Ada yang wajahnya belepotan tanah, ada yang sibuk saling membantu, namun senyum tulus tak pernah lepas dari wajah mereka.

Mereka tidak sedang menanam pohon biasa, mereka sedang menanam masa depan. Sebuah sekolah yang tidak hanya mengajarkan matematika dan bahasa, tetapi juga menanamkan cinta terhadap alam.

Di sini, di pinggir pantai yang tenang, SD Negeri Labuhan Lalar telah mengadopsi kurikulum "Pendidikan Lingkungan Hidup berbasis Mangrove" sebagai bagian dari upaya mereka untuk membangun kesadaran lingkungan sejak dini.

Bagi Kepala Sekolah SDN Lalar, Sudirman, kegiatan ini adalah kesempatan langka. "Kami sangat senang dan bangga dapat berkolaborasi dengan AMNT," ujarnya.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami, khususnya para pelajar, untuk belajar langsung tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan," tambahnya.

Ia melihat memang diperlukan pendidikan lingkungan hidup (PLH) berbasis mangrove yang diterapkan di SDN Labuhan Lalar yang menjadi penjaga lingkungan di masa depan untuk daerah pesisir.

 Baca Juga: Komitmen Capai Keunggulan di Seluruh Aspek Bisnis, AMNT Raih Empat Penghargaan Good Mining Practice Award 2024

Secara kebetulan ia memimpin sekolah pesisir. Ini berdasarkan analisis (swot) keberadaan sekolah. Hasil analisis tersebut salah satunya adalah pentingnya PLH Berbasis Mangrove bagi Desa Labuhan Lalar dimana SD Negeri Labuhan Lalar berada.

Program ini merupakan program kemitraan SD Negeri Labuhan Lalar dengan AMNT. Ia menjelaskan sebagai kepala sekolah yang terletak di daerah pesisir sudah melakukan analisis konteks terkait kebutuhan sekolah.

Kebutuhan tersebut hemat dirinya harus mampu mendidik karakter tanggung jawab dan cinta lingkungan dan bersentuhan langsung dengan lingkungan tempat tinggal siswa itu sendiri. 

"Artinya pendidikan haruslah mampu mengoptimalkan pembangunan sumberdaya peserta didik dari segala segi, termasuk keterkaitannya dengan lingkungan tempat tinggal siswa," imbuhnya. 

Dari dasar itu kemudian dirinya menggagas PLH Berbasis Mangrove sebagai kokurikuler. Tahun 2023 dirinya memulai uji coba mandiri. Namun berbagai tantangan dan hambatan dihadapi bersama siswa dan para guru yang mengharuskan mencari peluang kemitraan. 

"Saya kemudian mengajukan proposal kemitraan ke AMNT. Setelah melalui tahapan-tahapan analisis evaluasi dan lainnya, Tahun 2024 AMNT menyetujui proposal kemitraan tersebut," imbuhnya.

Awalnya mengira kemitraan hanya sebatas membantu apa yang diajukan berupa pemagaran. Namun alhamdulillah ternyata AMNT selaku perusahaan yang memang sangat peduli dengan keberlanjutan dan pelestarian lingkungan. Perusahaan tersebut merencanakan kemitraan selama empat tahun pendampingan dan support apa yang menjadi kendala hambatan dalam pelaksanaan PLH Berbasis Mangrove ini.

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

"AMNT dengan sungguh-sungguh memperhatikan bukan hanya dari segi penanaman mangrove (pelestarian lingkungan) tetapi juga konsentrasi dalam hal bagaimana kemudian mereka bermitra dengan kami dalam hal pelaksanaan pendidikan karakter itu sendiri," ujarnya. 

Sebab sekolahnya mencita-citakan PLH Berbasis Mangrove tersebut baik secara infusi maupun blok dapat permanen menjadi bagian dari kurikulum sekolah. Hal inilai  yang akan menjadi nilai tambah dan kekhasan sekolah.

Amman melalui CSRnya sebenarnya tidak hanya menyasar sekolah atau kelompok masyarakat pesisir saja. Sejatinya CSR dapat dimanfaatkan untuk semua kalangan. Hanya saja tentu ada aturan main yang harus dipenuhi dipedomani oleh sekolah/ kelompok masyarakat/ bahkan LSM yang berkebutuhan akan CSR melalui kemitraan. 

"Artinya program yg didanai oleh CSR AMNT sepengetahuan saya harus bersifat bottom up (berdasarkan kebutuhan dan bersifat penting atau mendasar dan logis)," ujarnya. 

 Baca Juga: AMNT Peroleh Izin Ekspor Konsentrat Tembaga Hingga Desember 2024, Rachmat: Akan Memperkuat Kondisi Keuangan Perusahaan

Diterangkan bentuk dukungannya AMNT antara lain ada banyak. Pertama, membantu sekolah menyediakan pagar pengaman lahan konservasi sekolah yang diperoleh dari rekomendasi kepala desa. Ini bentuk kemitraan SDN Labuhan Lalar dengan Pemdes seluas 50x100 meter.

Kedua mendatangkan narasumber ahli dari SD Negeri Unggulan, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat sesuai rekomendasi pihaknya. Mengingat sekolah perlu diklat baik model implementasi PLH Mangrove di sekolah tersebut juga teknik pengintegrasiannya dalam kurikulum.

Ketiga, mendanai lomba-lomba dan kegiatan sekolah bernuansa lingkungan hidup khususnya Mangrove baik pada peringatan hari lingkungan hidup, hari kemerdekaan dan moment lainnya yang sifatnya publikatif.

Keempat membantu sekolah mendatangkan tenaga ahli dibidang perawatan mangrove, penjaga, sarana tanam propagul, nursery sekolah di SD Negeri Labuhan Lalar dan lainnya.

Kelima, support sekolah dalam memyelenggarakan event seminar PLH berbasis mangrove tingkat Kabupaten Sumbawa Barat.

Keenam, memfasilitasi sekolah dalam penulisan dan pemuatan jurnal PLH berbasis mangrove di JPPM Universitas Mataram.

"Artinya apa dilakukan AMNT tidak hanya berdampak pada sekolah kami saja, namun in sya Allah berdampak bagi sekolah-sekolah pesisir lainnya. Bahkan lebih luas (skala nasional) karena jujur kemitraan semacam ini khususnya dalam hal pelestarian mangrove melalui PLH berbasis mangrove di NTB hanya di sekolah kami," tuturnya.

"Alhamdulillah program berjalan sangat baik. SD Negeri Labuhan Lalar dengan AMNT kemitraannya bersifat mutualism," jelasnya. 

Amman dengan program lingkungannya, sementara SD Negeri Labuhan Lalar dengan pendidikan karakter melalui plh berbasis mangrovenya. "In sya Allah karena pendidikan adalah sebuah proses saya meyakini bahwa apa yg telah kami rintis hari ini akan melahirkan generasi peduli lingkungan masa depan," ujarnya.

 

Playstore Lombok Post
Playstore Lombok Post

SD Negeri Labuhan Lalar memulainya sejak dini, bertahap, dan melalui fase-fase yang terukur dan dapat dievaluasi, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6.

Ia pun menambahkan tanah Labuhan Lalar, KSB umumnya dan bahkan Indonesia dan dunia adalah warisan bagi anak cucu nantinya. Semangat kecil dan mungkin tak berarti apa-apa yang telah dirinya dan teman-teman guru SD Negeri Labuhan Lalar rintis untuk mereka. "Namun dibalik itu terselip satu keyakinan bahwa dari sekian ratus siswa yang dididik in sya Allah saya dan teman-teman guru meyakini untuk 6, 10, 20 tahun ke depan kita akan melahirkan generasi yang peduli lingkungan," tambahnya. 

Bahkan sadar bahwa ekosistem manusia sangat ditentukan oleh kemampuan manusia menjaga keseimbangan lingkungan. Termasuk mangrove di desa Labuhan Lalar. 

"Itu hanya contoh kecil," tambahnya.

Ketika nanti mereka merantau menyebar bertempat tinggal dimana saja dengan profesi apapun, mereka akan selalu ingat bahkan akan mempraktikkannya. Bagaimana mencintai mengembangkan dan merawat mangrove sebagai bagian dari keseimbamgan itu sendiri.

"Saya berharap sekolah mangrove bagi SD Negeri Labuhan Lalar dapat menjadi inspirasi praktik baik bagi sekolah-sekolah pesisir lainnya yang ada di KSB maupun di tempat lain. Pemda kami harap dapat mensupportnya dengan serius. Agar kedepan kita memang melahirkan generasi yang secara nyata kita didik untuk itu mencintai lingkungan," kata dia.

Dukungan AMNT terhadap program ini tidak main-main. Menurut Kartika Octaviana, Vice President Corporate Communications & Investor Relations PT Amman Mineral Internasional Tbk, inisiatif ini merupakan perwujudan komitmen perusahaan.

Kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya hutan mangrove perlu ditanamkan sejak dini. "Program penanaman mangrove perlu mendapatkan pemeliharaan dan perawatan lanjutan," jelasnya.

AMNT tidak hanya menyumbangkan bibit, tetapi juga memberikan dukungan berkelanjutan. Program ini merupakan kelanjutan dari penanaman 3.000 bibit pada Februari lalu, sehingga total bibit yang sudah ditanam mencapai 5.000. Keterlibatan 500 peserta, termasuk masyarakat setempat dan instansi pemerintah, menegaskan bahwa pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama.

Pada akhirnya, apa yang ditanam di Labuhan Lalar bukan hanya bibit mangrove. Di bawah pohon-pohon kecil yang kokoh ini, tumbuhlah sebuah harapan baru—harapan akan lingkungan yang lebih lestari, masyarakat yang lebih berdaya, dan generasi muda yang sadar akan pentingnya menjaga alam. Dengan kolaborasi erat antara sekolah, perusahaan, dan masyarakat, mereka sedang menorehkan sejarah baru, menciptakan warisan terbaik bagi Sumbawa Barat di masa depan.

Editor : Kimda Farida
#KSB #amnt #Sekolah #Sumbawa Barat #Mangrove #Amman #labuhan lalar