LombokPost - Bupati Sumbawa menegaskan komitmen dalam memerangi praktik ilegal logging yang masih marak terjadi.
Dia menegaskan tidak ada lagi toleransi bagi perusak hutan. Siapa pun yang terbukti melakukan penebangan liar akan diproses sesuai hukum yang berlaku.
Rusaknya hutan akan berdampak pada bencana seperti kekeringan dan merusak hutan itu sendiri.
Baca Juga: Infrastruktur Rusak karena Deforestasi, DPRD NTB Dorong DLHK Perbanyak Petugas Jaga Hutan
“Jika hutan Lunyuk terus dirusak, wilayah ini akan terancam kekeringan. Kerusakan ini sudah berlangsung lama dan tidak boleh dibiarkan,” tegas Bupati Jarot.
Dia mengajak masyarakat untuk aktif menanam dan merawat pohon produktif bernilai ekonomi seperti sengon, kemiri, dan berbagai jenis tanaman buah.
Menurutnya, penghijauan tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Kemenhut Tangkap Pembalak Hutan Taman Nasional Baluran, Sita Ratusan Gelondong Kayu Jati
Selain itu, Bupati Jarot meminta camat, kapolsek, danramil, KPH, serta masyarakat menjadi garda terdepan dalam menjaga kawasan hutan dari kerusakan.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemkab Sumbawa menyiapkan hadiah seekor sapi bagi pemilik lahan yang berhasil merawat bibit tanaman hingga tumbuh dengan baik.
Di sisi lain, Pemkab Sumbawa melibatkan 6.700 siswa dari 12 kecamatan mengikuti Gerakan 1 Siswa 1 Pohon. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Sumbawa Hijau Lestari.
Penanaman bibit secara serentak dipusatkan di SDN 2 Karang Jati, Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir. Sementara sekolah lainnya mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting.
Jarot mengapresiasi partisipasi pelajar dalam gerakan penghijauan tersebut. Dia menilai keterlibatan siswa sejak dini penting untuk membangun kesadaran menjaga lingkungan. “Ini bukti generasi muda Sumbawa memiliki kepedulian terhadap masa depan lingkungan,” ujarnya.
Bupati juga mengungkapkan keprihatinan atas kondisi lingkungan di sejumlah wilayah yang mengalami hutan gundul, gunung tandus, dan berkurangnya mata air akibat kerusakan alam.
Karena itu, dia mengajak seluruh masyarakat melakukan penghijauan secara berkelanjutan, tidak sebatas kegiatan seremonial.
“Minimal satu orang menanam satu pohon, baik di rumah, kantor, maupun tempat ibadah,” katanya.
Bupati optimistis, gerakan ini akan memberikan dampak nyata dalam beberapa tahun ke depan sebagai warisan lingkungan bagi generasi mendatang. (jlo/r5)
Editor : Kimda Farida