LombokPost-Pemda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengajak masyarakat memerangi praktik rentenir melalui pinjaman syariah. Mereka bersinergi dengan Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Baitutamkin.
Wakil Bupati (Wabup) KSB Hanipah menegaskan pentingnya sinergi antara KSPPS Baitutamkin dengan pemerintah daerah melalui Lembaga Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) KSB.
Dia mendorong agar seluruh anggota KSPPS Baitutamkin juga tergabung sebagai anggota Tuntas Baca Alquran (TBA). “Seharusnya yang menjadi anggota koperasi Baitutamkin juga menjadi anggota TBA,” kata Wabup.
Hanipah menegaskan, pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap keberadaan KSPPS Baitutamkin sebagai langkah konkret menekan praktik pinjaman rentenir atau yang dikenal masyarakat sebagai bank rontok. Menurutnya, program unggulan daerah Kartu KSB Maju juga sejalan dengan tujuan tersebut.
"Lahirnya Baitutamkin tidak terlepas dari peran TBA yang memiliki misi memajukan dan memperkuat ekonomi syariah di Sumbawa Barat," jelasnya.
Bupati KSB Amar Nurmansyah menegaskan, hingga saat ini tidak ada izin operasional bank rontok di wilayah KSB. Penegasan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam melindungi masyarakat dari praktik pinjaman yang merugikan.
Terkait Program Kartu KSB Maju, Amar menyampaikan progres pembagian kartu ATM dan buku tabungan telah mencapai 66 persen. Dari total 51.915 kepala keluarga yang terdaftar, seluruh rekening telah tercetak, meski pencetakan fisik kartu masih berlangsung. “Akhir Februari pembagiannya sudah selesai,” janji Bupati.
Bupati juga mengimbau masyarakat yang telah menerima buku rekening atau Kartu KSB Maju namun belum merasakan layanan optimal agar bersabar. "Program tersebut merupakan inisiatif jangka panjang yang akan memberikan manfaat berkelanjutan, termasuk akses layanan UMKM dan dukungan koperasi syariah berbasis TBA," tandasnya.
Editor : Jelo Sangaji