LombokPost - Sebanyak 659 putra putri terbaik Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mulai mengikuti seleksi penerimaan beasiswa mekanik alat berat gelombang pertama.
Program tersebut merupakan kerja sama Pemda KSB dengan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).
''Program ini bentuk keseriusan Pemda KSB menangani ketenaga kerjaan di Sumbawa Barat.
Baca Juga: BPBD KSB Janji Segera Tuntaskan Rumah Terdampak Bencana
Ini merupakan program strategis yang dibangun Pemda dengan AMNT,'' jelas Bupati KSB Amar Nurmansyah, Kamis (9/4).
Pemda KSB di bawah kepemimpinan Amar dan Wabup Hanipah menjadikan persoalan tenaga kerja ini sebagai salah satu program prioritas yang harus mereka tuntaskan.
Penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang terukur menjadi fokus utama.
Baca Juga: Perkuat Linmas, Satpol PP NTB Dorong Desa Berdaya Transformatif di Sumbawa dan KSB
Program Beasiswa Pelatihan Mekanik Alat Berat Batch I menjadi salah satu kolaborasi strategis antara AMMAN, UT School dan Balai Latihan Kerja (BLK) KSB. ''Saya harap 659 peserta ini mengikuti seleksi tersebut dengan baik. Gunakan usaha maksimal dan kemampuan terbaik. Saya jamin seleksi ini profesional tanpa intervensi,'' katanya.
Program ini dirancang khusus untuk menjaring dan mendidik talenta terbaik putra daerah menjadi tenaga kerja profesional di bidang mekanik alat berat. Inisiatif ini merupakan bagian dari industrialisasi ketenagakerjaan. Salah satu aksi dari program unggulan daerah, yakni Kartu KSB Maju dan KSB Maju Luar Biasa.
''Program ini sebagai solusi atas kondisi pengangguran di KSB yang cenderung fluktuatif,'' paparnya.
Baca Juga: Satu Marwah Tau Samawa: Bupati KSB Tegaskan Peran Adat dalam Pembangunan
Amar tak menampik selama ini serapan tenaga kerja lokal sangat bergantung pada orientasi proyek. Di mana, serapan tenaga kerja meningkat secara drastis saat ada proyek besar dan kembali menjadi angka pengangguran terbuka setelah proyek selesai. Masalah lain, ada ketidaksesuaian antara kualifikasi angkatan kerja dengan kebutuhan lapangan kerja yang ada. ''Melalui program unggulan daerah ini, kita berupaya menyiapkan angkatan kerja yang sesuai dengan kesempatan dan kebutuhan lapangan kerja,'' janjinya.
Pemda KSB berkomitmen menggandeng lembaga pelatihan yang mampu menjamin peluang kerja bagi lulusannya sebagai prioritas utama. Amar menyampaikan apresiasi tinggi atas antusiasme pendaftar. ''Gelombang pertama ada 16 peserta yang akan diterima, sesuai dengan kapasitas dari UT School,'' terangnya.
Direncanakan, program ini minimal akan dilaksanakan dalam tiga gelombang pelatihan sepanjang tahun 2026. Kabar baiknya, Pemda KSB juga memberikan peluang tenaga kerja skill ke jepang. ''Saat ini telah tersedia 50 slot tenaga kerja skill. Sekarang sedang dalam proses penandatanganan MoU,'' urainya.
Nantinya, pemerintah menyediakan fasilitasi pembiayaan bagi tenaga kerja yang telah memiliki kepastian penempatan yang jelas. Fasilitasnya berupa pinjaman bank dengan bunga yang sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah daerah. Orientasi utama dari setiap pelatihan yang digelar Pemda KSB adalah penempatan kerja. ''Kita tidak mau ada pelatihan yang tidak memiliki orientasi penempatan, kecuali untuk pelatihan mandiri,'' tegasnya. (far/r5)
Editor : Redaksi