LombokPost - Ketua DPRD Sumbawa Nanang Nasiruddin menyoroti sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat.
Sedikitnya, ada empat isu utama yang perlu segera ditangani bersama.
Pertama, persoalan petani di tengah panen raya.
Tingginya curah hujan dan minimnya fasilitas pengering menyebabkan kadar air jagung dan padi meningkat sehingga harga jual menurun.
Nanang mengatakan, telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk mendorong bantuan mesin pengering dan alat pertanian lainnya.
“Kami juga minta pemerintah daerah memastikan data CPCL akurat agar bantuan tepat sasaran,” kata Nanang saat memimpin upacara paripurna di halaman Kantor Bupati Sumbawa.
Baca Juga: Fraksi Partai Gelora DPRD Sumbawa Dukung Raperda Pajak dan Modal BUMD
Kedua, kelangkaan elpiji 3 kilogram yang dinilai membebani masyarakat. Dia mendorong penambahan kuota, namun diiringi pengawasan ketat terhadap pangkalan dan pengecer.
“Pengawasan harus diperkuat. Tindak tegas jika ada pelanggaran,” tegasnya.
Ketiga, pelaksanaan Pilkades serentak di 21 desa pada 2026. Dia mengingatkan seluruh ASN dan aparat desa untuk menjaga netralitas agar proses demokrasi berjalan jujur dan adil.
Baca Juga: Komisi I DPRD Sumbawa Pelajari Peningkatan Kapasitas Satpol PP ke Sulsel
Keempat, komitmen terhadap program Sumbawa Hijau Lestari. Menurutnya, larangan menanam jagung di kawasan hutan bertujuan menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah kerusakan hutan.
"Kami mendukung pengembangan agroforestri sebagai solusi jangka panjang," jelasnya.
Nanang mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah mengedepankan semangat “Sabalong Samalewa”, menghilangkan ego sektoral, dan memperkuat kolaborasi.
“Rakyat Sumbawa tidak butuh tumpukan laporan, mereka butuh bukti bahwa pemerintah dan DPRD benar-benar bekerja untuk rakyat,” pungkasnya. (jlo/r5)
Editor : Redaksi