Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Rakyat Tidak Butuh Tumpukan Laporan tapi Bukti, Ketua DPRD Sumbawa Soroti Masalah Petani hingga Kelangkaan Elpiji

Redaksi • Minggu, 19 April 2026 | 20:33 WIB
Ketua DPRD Sumbawa Nanang Nasiruddin (Dok Prokopim Setda Sumbawa)
Ketua DPRD Sumbawa Nanang Nasiruddin (Dok Prokopim Setda Sumbawa)

LombokPost - Ketua DPRD Sumbawa Nanang Nasiruddin menyoroti sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat.

Sedikitnya, ada empat isu utama yang perlu segera ditangani bersama.

Pertama, persoalan petani di tengah panen raya.

Baca Juga: Anggota DPRD NTB Dapil Sumbawa-KSB Ini Setuju Adendum Proyek Lunyuk-Lenangguar, tapi Kritisi Perencanaan Proyek yang Tidak Matang

Tingginya curah hujan dan minimnya fasilitas pengering menyebabkan kadar air jagung dan padi meningkat sehingga harga jual menurun.

Nanang mengatakan, telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk mendorong bantuan mesin pengering dan alat pertanian lainnya.

“Kami juga minta pemerintah daerah memastikan data CPCL akurat agar bantuan tepat sasaran,” kata Nanang saat memimpin upacara paripurna di halaman Kantor Bupati Sumbawa.

Baca Juga: Fraksi Partai Gelora DPRD Sumbawa Dukung Raperda Pajak dan Modal BUMD

Kedua, kelangkaan elpiji 3 kilogram yang dinilai membebani masyarakat. Dia mendorong penambahan kuota, namun diiringi pengawasan ketat terhadap pangkalan dan pengecer.

“Pengawasan harus diperkuat. Tindak tegas jika ada pelanggaran,” tegasnya.

Ketiga, pelaksanaan Pilkades serentak di 21 desa pada 2026. Dia mengingatkan seluruh ASN dan aparat desa untuk menjaga netralitas agar proses demokrasi berjalan jujur dan adil.

Baca Juga: Komisi I DPRD Sumbawa Pelajari Peningkatan Kapasitas Satpol PP ke Sulsel

Keempat, komitmen terhadap program Sumbawa Hijau Lestari. Menurutnya, larangan menanam jagung di kawasan hutan bertujuan menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah kerusakan hutan.

"Kami mendukung pengembangan agroforestri sebagai solusi jangka panjang," jelasnya.

Nanang mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah mengedepankan semangat “Sabalong Samalewa”, menghilangkan ego sektoral, dan memperkuat kolaborasi.

“Rakyat Sumbawa tidak butuh tumpukan laporan, mereka butuh bukti bahwa pemerintah dan DPRD benar-benar bekerja untuk rakyat,” pungkasnya. (jlo/r5)

Editor : Redaksi
#DPRD #pemerintah #kelestarian lingkungan #rakyat #Sumbawa