LombokPost-Pemda Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat (KSB) menjadikan penataan lingkungan hidup dan pengelolaan sampah sebagai salah satu prioritas pelayanan dasar pada 2027.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 150 juta untuk setiap desa guna mengaktifkan kembali Bank Sampah dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).
Bupati KSB Amar Nurmansyah mengatakan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi pengelolaan sampah secara terintegrasi dari hulu hingga hilir agar Indeks Daya Dukung Lingkungan Hidup Daerah tetap berada di atas angka satu.
"Masalah pengelolaan sampah menjadi perhatian dan prioritas pada tahun 2027. Kami mengalokasikan anggaran Rp 150 juta per desa untuk menghidupkan kembali Bank Sampah dan TPS3R," kata Amar, Senin (29/6).
Baca Juga: Pemda KSB Bidik Lapangan Kerja Baru di Luar Tambang, Agribisnis hingga Pariwisata Jadi Andalan
Pemkab KSB juga menyiapkan skema insentif bagi pemuda Karang Taruna yang akan mengelola operasional bank sampah. Program tersebut akan dijalankan melalui sinergi dengan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra).
"Anggarannya sudah kami siapkan agar pemuda Karang Taruna mendapatkan insentif sebagai pengelola operasional bank sampah," ujarnya.
Untuk memperkuat pelayanan kebersihan di kawasan perkotaan, pemerintah juga akan menyediakan satu unit kendaraan roda tiga pengangkut sampah (Tosa) bagi 38 lingkungan di Kecamatan Taliwang.
Baca Juga: Wabup KSB Luncurkan Sekolah Lansia Sehati, 50 Warga Jadi Angkatan Pertama
Amar meminta operasional truk pengangkut sampah ditata lebih tertib dan terjadwal agar pelayanan kebersihan di seluruh kecamatan dapat berjalan lebih efektif.
"Pengadaan Tosa di 38 lingkungan Taliwang dan pengaturan truk sampah harus tertib sehingga pelayanan kebersihan benar-benar dirasakan masyarakat," katanya.
Di sisi hilir, Pemkab KSB juga menargetkan pembangunan serta pengoperasian Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di sejumlah titik strategis, yakni Benete, Senayan, dan Batu Putih pada 2027.
Wabup KSB Hanipah menilai keberhasilan program KSB Bersih sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari rumah tangga.
Menurutnya, pengelolaan Bank Sampah tidak hanya melibatkan Karang Taruna, tetapi juga perlu disinergikan dengan para Agen TBA karena dinilai memiliki kedekatan dengan masyarakat.
"Ibu-ibu Agen TBA memiliki kedekatan sosial yang kuat untuk menggerakkan masyarakat dalam memilah sampah dari rumah," ujar Hanipah.
Baca Juga: Proyek Strategis Sumbawa Barat Tembus Rp 221 Miliar, Dinas PUPR Kebagian Rp 166 Miliar
Dia berharap keterlibatan Agen TBA dapat mendorong masyarakat lebih disiplin memisahkan sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya sehingga pengelolaan sampah di KSB menjadi lebih efektif.
Editor : Jelo Sangaji