Orang nomor satu di Lotim itu mengatakan, tidak ada lagi ruangan karaoke tertutup. Begitu juga dengan minuman beralkohol, juga patner song (PS) berpakaian seksi. Sebaiknya juga tidak ada PS, tapi karena itu dibutuhkan dalam karaoke, pihaknya mengizinkan. “Ya, karaokenya sebagai tempat warga menghibur diri dengan keluarga,” jelasnya.
Kata Sukiman, kafe tersebut diaktifkan kembali dengan harapan kehidupan ekonomi masyarakat di sekitar sana bisa berjalan baik. Selama ditutup, ada warga yang merasa dirugikan. “Kita tidak ingin itu terjadi,” ujarnya.
Di samping itu, ia menerangkan akan kembali memantau langsung tiga kafe di Labuhan Haji. “Nanti kita cek. Tentu diam-diam, kalau dikasi tahu bukan ngecek namanya,” jelasnya.
Sukiman mengultimatum pemilik kafe agar menjaga kepercayaan yang diberikan pemkab saat ini. Sebab jika ia menemukan kembali praktik tersebut, maka tidak ada ampun lagi bagi mereka. “Kalau ada lagi, selesai sudah,” tegas dia. (tih/r5) Editor : Administrator