Informasi mengenai dibukanya kembali pintu pariwisata per 20 Juni lalu dengan cepat menyebar ke masyarakat. Kata Royal, Sembalun menjadi pilihan utama untuk melepas rasa penat. Apalagi setelah berbulan-bulan lamanya tak bisa ke mana-mana. “Kalau seribu orang itu hanya yang di bukit-bukit,” terang Royal yang juga sebagai salah satu pelaku usaha pariwisata di Sembalun.
Royal menerangkan, pengunjung yang datang rata-rata merupakan wisatawan lokal. Namun tidak hanya dari Lotim, melainkan kabupaten lainnya di Lombok. Berjubelnya warga sampai-sampai membuat jalan di Pusuk Sembalun macet. Tentu sangat sulit menerapkan physical distancing di sana.
Menurutnya, saat ini mental masyarakat Sembalun lebih tenang dan siap menghadapi pandemi Covid-19. Meski sampai saat ini masih ada satu warga Sembalun yang positif Covid-19 dan dirawat di RSUD Selong. Kata Royal, kewaspadaan akan penyebaran virus korona tidak boleh kendor. “Walaupun dibukanya pariwisata ini adalah kabar gembira bagi kami. Karena ekonomi masyarakat sudah sekarat,” jelasnya.
Royal menerangkan, semua pelaku usaha pariwisata di Sembalun telah menerapkan protokol kesehatan covid-19. Di semua pintu masuk ke bukit, disiapkan alat pengukur suhu tubuh. Namun hal tersebut tentu tidak bisa diterapkan di Pusuk Sembalun. Kata Royal, di sana dibutuhkan ada petugas yang lebih banyak dan mengatur pergerakan pengunjung.
“Saya kira, kalau hanya imbauan untuk menjaga jarak kayaknya susah diterapkan. Karena itu harus ada petugas yang mengatur mereka di situ,” terang dia.
Ia menegaskan, pokdarwis dan para pelaku usaha pariwisata di dalamnya tidak menapikan keinginannya melihat pengunjung yang ramai. Namun mereka menginginkan juga keamanan di sana. “Tugas gugus tugaslah yang mempersiapkan bagaimana pencegahan covid-19 ini,” pintanya.
Ia menegaskan, pemerintah membuka keran pariwisata karena memang ekonomi masyarakat sedang sakit. Itulah mengapa masyarakat juga tidak setakut sebelumnya. Di tengah hal itu, ia meminta kepada para pelaku usaha pariwisata, mengimbau kepada kawan-kawan pokdarwis agar membantu gugus tugas dalam mencegah penyebaran covid-19.
Terpisah, Kadikes Lotim dr HM Hasbi Santoso menerangkan, dibukanya objek wisata sudah pasti memikat animo masyarakat. Hal itu diantisipasi dengan meminta kesiapan gugus tugas kecamatan terutama puskesmas setempat.
Selain itu, Hasbi tak ingin menjelaskan lebih jauh mengenai kesiapan pihaknya menyikapi membeludaknya warga yang berwisata. “Yang jelas Sembalun sudah menyiapkan hal itu,” katanya singkat. (tih/r5) Editor : Administrator