“Mulai naik sejak natal dan tahun baru lalu,” kata Kepala Dinas Perdagangan Lotim Hj Masnan, Rabu (27/1).
Masnan menjelaskan, kenaikan tersebut disebabkan oleh permintaan yang lebih besar daripada ketersediaan cabai di pasaran. Apalagi memasuki musim penghujan. “Dalam seminggu terakhir, jumlah cabai dari petani juga terbatas,” ujarnya.
Dalam sehari, petani yang tadinya bisa menyediakan hingga 10 kilogram cabai, kini hanya mampu mendatangkan 5 kilogram saja. Menurut Masnan, kondisi seperti ini hampir setiap tahun terjadi. “Setiap tahun memang ada kenaikan harga,” jelas dia.
Selain terus mengontrol harga di pasar, Masnan mengatakan, pihaknya telah turun langsung melakukan pengecekan ke gudang-gudang cabai di Lotim. Hal itu dilakukan untuk memastikan tidak adanya oknum pedagang yang melakukan penimbunan.
“Karena bisa jadi berkurangnya stok barang di pasaran disebabkan oleh upaya penimbunan,” tandasnya.
Di samping itu, melalui bidang barang pokok penting Disdag Lotim, Masnan juga melakukan penelusuran lebih mendalam terkait penyebab kenaikan harga tersebut. Selain mengecek harga komoditi lainnya di pasar.
Kata Masnan, salah satu cara menstabilkan harga adalah dengan membanjiri pasar dengan cabai. “Segera kita akan penuhi pasar dengan cabai,” ujarnya. (tih/r5) Editor : Rury Anjas Andita