Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Saat Penyekatan, Wisatawan yang Nekat ke Labuhan Haji Akan Diswab

Rury Anjas Andita • Kamis, 20 Mei 2021 | 19:00 WIB
DIPUTUS BERSALAH: Terdakwa Muhir saat mendengar putusan bersalah dalam sidang vonis di Pengadilan Tipikor Mataram, Jumat (1/3).
DIPUTUS BERSALAH: Terdakwa Muhir saat mendengar putusan bersalah dalam sidang vonis di Pengadilan Tipikor Mataram, Jumat (1/3).
SELONG-Selain memastikan pengelola menutup usahanya, Pemerintah Kecamatan Labuhan Haji juga menyiapkan cara lain untuk mencegah kerumunan warga di objek wisata. Salah satunya dengan melakukan swab rapid test antigen bagi warga yang nekat liburan ke Labuhan Haji.

“Kalau positif, langsung diisolasi,” ancam Camat Labuhan Haji Muhir pada Lombok Post, Rabu (19/5).

Menurut dia, menutup objek wisata waterpark berbeda dengan pantai. Pintu masuk ke kolam atau pemandian hanya satu sehingga mudah dikontrol pengelola. Namun pintu masuk ke pantai sangat banyak. Sehingga hal itu membutuhkan tenaga yang lebih besar.

Kata Muhir, bukan tidak mungkin akan banyak warga yang tetap datang ke pantai melalui jalur tikus yang tidak terjaga petugas. Karena itu, bersama Danramil dan Polsek Labuhan Haji, pihaknya akan melakukan penjagaan ketat di tiga titik.

Titik pertama di Korleko, kedua di Tanjung, dan ketiga di Kertasari. “Tambahan di beberapa jalur alternatif seperti Peneda Gandor juga sudah kita siapkan tim jaganya,” jelasnya.

Dengan penjagaan ketat itu, kalau pun ada yang ditemukan di pantai oleh tim patroli, maka petugas akan langsung meminta mereka untuk melakukan rapid test antigen. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Lotim terkait kesiapan petugas.

Rapid test antigen tersebut juga bisa dijadikan sebagai langkah dikes dalam mendapatkan data atau uji petik Covid-19 pada warga di tempat wisata. “Membahagiakan keluarga dengan berwisata adalah sunah. Sedangkan menjaga keluarga dari marabahaya Covid-19 adalah wajib,” pesannya.

Selain itu, Muhir juga telah memastikan seluruh pemerintah desa dan kelurahan di Kecamatan Labuhan Haji menyiapkan rumah isolasi mandiri. “Ada 120 tempat tidur yang sudah kita siapkan bagi yang hasil rapidnya positif,” tegasnya.

Kepada Dinas Kesehatan Lotim H Pathurrahman mendukung langkah pemerintah Kecamatan Labuhan Haji tersebut. Selain itu, ia juga akan menyiapkan rapid test antigen sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan.

Menurutnya, selama dilakukan oleh petugas dan dijalankan sesuai aturan, pihaknya akan tetap memberi dukungan. “Jumlahnya (rapid test antigen) kita punya banyak. Berapa yang dibutuhkan, akan kita siapkan,” kata Pathurrahman. (tih/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#Penyekatan #Labuhan Haji #Lebaran Topat