“Perusahaan di Lotim banyak, tapi yang punya kepedulian pada daerah sangat sedikit,” keluh Sukiman.
Ia menerangkan, ada begitu banyak perusahaan yang memiliki stone crosher mesin pemecah batu di Lotim. Tapi satu pun tidak ada yang terlihat menunjukkan kepeduliaannya pada daerah.
Melalui kesempatan tersebut, Sukiman berharap perusahaan swasta yang selama ini memanfaatkan material dan hasil kekayaan Lotim memberikan perhatian pada masyarakat Lotim.
“Kita mengimbau, Lotim ini sedang butuh bantuan di masa pandemi Covid,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Sukiman juga meminta kepada perusahaan Vena Energy Indonesia untuk memperbesar investasinya di Lotim. Hal itu dengan mengembangkan wilayah yang memiliki potensi sebagai lokasi pembangkit listrik tenaga surya.
Tidak hanya itu, ia juga menawarkan pengembangan ke arah pembangkit listrik tenaga angin yang ada dirasa sangat besar di wilayah Kecamatan Jerowaru.
Kata Sukiman, saat ini serapan tenaga kerja dari warga setempat sudah maksimal. Maka jika dikembangkan, potensi pemberdayaan masyarakat lokal juga bisa ditingkatkan.
“Harapannya, daya jangkau dari adanya pembangkit listrik tenaga surya ini lebih luas lagi,” kata Sukiman.
Country Head Vena Energy Indonesia Rudy Sembiring menerangkan, CSR yang dimiliki secara rutin memberikan bantuan pada masyarakat. Di dua tahun sebelumnya, bantuan tersebut berupa paket pendidikan dan pelatihan. Tahun ini, di tengah situasi pandemi Covid-19, bantuan yang dipilih adalah berupa alat kesehatan dan mobil ambulans. “Karena menurut kami inilah yang saat ini dibutuhkan,” kata Rudy.
Rudy menjelaskan, tawaran bupati Lotim mengenai pengembangan sangat mungkin untuk dilakukan. Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan kajian kelayakan angin yang ada di beberapa wilayah di Lotim. Namun hal itu belum bisa dilakukan karena harus menyesuaikan dengan kebutuhan dari PLN.
“Tentu sangat mungkin, tapi kita lihat dulu kemungkinan penggunaannya,” jelasnya. (tih/r5) Editor : Rury Anjas Andita