Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dispar Lotim Kukuhkan Pokdarwis Maringkik Island

Rury Anjas Andita • Jumat, 11 Maret 2022 | 16:30 WIB
PULAU MARINGKIK: Menara masjid menjulang tinggi di Desa Maringkik, Kecamatan Keruak. Desa Maringkik telah ditetapkan menjadi satu dari lima desa wisata di Kecamatan Keruak. (Fatih/Lombok Post)
PULAU MARINGKIK: Menara masjid menjulang tinggi di Desa Maringkik, Kecamatan Keruak. Desa Maringkik telah ditetapkan menjadi satu dari lima desa wisata di Kecamatan Keruak. (Fatih/Lombok Post)
SELONG-Desa Maringkik di Kecamatan Keruak merupakan pulau kecil berpenduduk terbanyak kedua di dunia. Informasi tersebut disampaikan Camat Keruak Ahmad Subhan saat memberi sambutan pada acara pengukuhan Pokdarwis Maringkik Island di kantor Desa Maringkik, Kecamatan Keruak, Kamis (10/3).

“Ini saja sudah menjadi daya tarik tersendiri yang dimiliki Maringkik sebagai desa wisata,” kata Subhan.

Terbentuknya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Maringkik Island diharapkan menjadi langkah awal dalam mengembangkan potensi yang dimiliki. Kata Subhan, potensi wisata yang dimiliki desa Maringkik saat ini memerlukan sebuah konsep.

“Konsep tersebut berupa gagasan pokdarwis dalam mengembangkan wisata yang dimiliki,” bebernya.

Melalui gagasan inilah pemerintah kecamatan dengan dispar dan stakeholder terkait dapat memberikan dukungan yang terarah. Setelah konsep, kedua dibutuhkan sumber daya manusia yang mengelola potensi wisata tersebut.

“Kompetensi para pemuda atau pengurus Pokdarwis ini harus mumpuni,” tutur Subhan.

Subhan meyakini, jika konsep yang ditawarkan sudah jelas, maka dengan potensi wisata yang dimiliki, Maringkik bisa mendunia. “Ini mimpi kita bersama. Mari kita wujudkan dengan semangat dan kerja nyata,” sambungnya.

Kepala Dispar Lotim H Mugni yang hadir mengukuhkan dan melantik pengurus Pokdarwis Maringkik Island menerangkan, Maringkik memiliki daya tarik tersendiri. Tidak hanya budaya masyarakatnya, tapi juga secara geografis.

Wisata budaya ini dapat diintegrasikan dengan membuat paket wisata mengelilingi pulau Maringkik dengan sepeda. “Karena tidak mungkin cidomo seperti di tiga gili. Di sini kuda tidak bisa makan karena rumputnya tidak ada,” tutur Mugni.

Wisata bersepeda mengelilingi pulau tentu membutuhkan jalur yang harus disiapkan. Hal tersebut dapat dimasukkan dalam peta rencana pengembangan yang ditawarkan Pokdarwis Maringkik Island.

Selain itu, pokdarwis juga bisa segera memastikan adanya homestay atau penginapan untuk tamu. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan rumah penduduk setempat.

“PR kedepannya tentu adalah bagaimana agar lingkungan di sini bersih. Jangan ada sampahnya seperti yang masih terjadi sekarang ini,” jelasnya.

Ketua Pokdarwis Maringkik Island Rijalul menegaskan, potensi wisata di Desa Maringkik sesungguhnya sangat besar. Hal tersebut meliputi wisata bahari dan budaya.

Wisata bahari meliputi pulau pasir dan pasir panjang yang menghubungkan Maringkik dengan Gili Bembek. Sementara wisata budaya meliputi tenun khas Maringkik yang motifnya menggabungkan keberadaan lima suku yang tinggal di sana.

Selama ini, sudah banyak wisatawan yang datang ke pulau pasir dan pasir panjang. Namun mereka tidak singgah di pulau Maringkik dan tidak terkelola. Saat ini, dengan terbentuknya Pokdarwis Maringkik Island dan Maringkik menjadi desa wisata, maka hal tersebut telah masuk dalam rencana pengembangan wisata ke depan.

Tantangan terbesarnya saat ini adalah masih minimnya kesadaran masyarakat terhadap wisata. Stigma negatif tentang pariwisata yang mendatangkan tamu asing dengan bikini dan minuman keras membuat warga menolak adanya pengembangan pariwisata tersebut.

Begitu juga dengan kesadaran warga menjaga kebersihan lingkungan. “Saat ini, kami bersama pemerintah desa tengah berupaya mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pariwisata. Karena pariwisata tidak hanya itu,” tuturnya.

Kepala Desa Maringkik Nusapati menjelaskan, saat ini pihaknya sudah membuat peraturan desa atau awik-awik tentang kebersihan lingkungan. Selanjutnya, ia juga akan berupaya membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pembangunan pariwisata.

“Dengan harapan ada pendapatan asli desa dari pariwisata ini. Kita berharap impian Pokdarwis mengembangkan wisata di desa ini bisa segera terwujud,” ujarnya. (tih/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#Dispar Lotim #pokdarwis #Pulau Maringkik #pesona indonesia