“Kabarnya terus ada kemajuan. Tahapan sekarang rehabilitasi. Baik dari penutupan luka operasi sampai dengan kemampuan berjalannya,” kata Direktur RSUD dr Raden Soedjono Selong dr M Tantowi Jauhari, Selasa (5/4).
Hampir tidak ada kendala yang dihadapi sejak pelaksanaan operasi pada 15 Februari 2022 lalu. Dikatakan, memasuki dua bulan perawatan pascaoperasi, memang ada beberapa hal yang mesti dipastikan oleh pihak RSUD Soetomo Surabaya sebelum mengizinkan Anaya dan Inaya pulang. Hal itu salah satunya adalah kemampuan berjalan.
Kata Tantowi, Anaya dan Inaya membutuhkan dampingan dari petugas khusus fisioterapi. Karena gaya berjalan Anaya dan Inaya sebelumnya saat masih berdempetan akan dipengaruhi setelah mereka terpisah. “Ya, tentu jalannya masih ke samping. Ini yang terus dilatih,” jelasnya.
Selain itu, Anaya dan Inaya juga diharapkan dalam kondisi benar-benar pulih sebelum dipulangkan ke rumahnya. Tantowi berharap, hal itu bisa segera dilakukan. “Semoga bisa lebaran di rumah tahun ini,” harapnya.
Jika sudah dipulangkan, Anaya dan Inaya nantinya akan mendapat perawatan khusus di RSUD Selong. Baik perawatan kondisi fisik dan juga fisioterapinya.
Kata Tantowi, semua itu masih ditanggung oleh RSUD Selong. “Ya, semua masih jadi satu paket dengan bantuan penuh Pemkab Lotim pada biaya operasinya,” ujar Tantowi. (tih/r5) Editor : Rury Anjas Andita