“Tidak sedikit warga yang sangat terganggu dengan pemuda yang kerap balapan setelah selesai salat tarawih,” kata Kapolsek Sikur Iptu Dewa Astawa pada Lombok Post, Kamis (7/4).
Sejak malam pertama Ramadan, pihaknya sudah mengamankan 10 sepeda motor dengan knalpot racing atau brong. Kata Astawa, sepeda motor ini tidak hanya mengganggu warga yang sedang beribadah atau pun beristirahat, tetapi juga menggangu pengendara lain di jalan raya. Hal tersebut dinilai menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi di bulan ramadan.
Sepeda motor berkenalpot brong itu diringkus petugas di Desa Montong Baan Selatan depan SMAN 1 Terara. Jalur lurus tersebut disebut kerap dijadikan tepat balapan liar oleh pemuda sekitar. Kendati demikian, beberapa titik balap liar di wilayah tersebut sudah dikantongi petugas.
Dalam patroli, pihaknya kerap kali kehilangan jejak para pembalap liar di malam hari. Selain beberapa kendala di lapangan, kedatangan mereka juga selalu bisa dibaca oleh para pembalap. Namun pihaknya akan terus melakukan patroli. Dengan harapan, jika pun tidak tertangkap, minimal mereka tidak melakukan balap liar atau mengganggu masyarakat ibadah atau beristirahat di bulan suci ramadan ini.
Selain balapan liar, patroli juga menyasar tindak pidana curas, curat, dan curanmor. “Juga minuman keras,” jelasnya. (tih/r5) Editor : Rury Anjas Andita