Bupati Lotim HM Sukiman Azmy dalam rapat tersebut menyambut baik program ADPE. Ia berharap, ADPE di Seriwe dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar dan Lotim pada umumnya. Apalagi ADPE merupakan sistem pengelolaan kawasan budi daya perikanan yang mengedepankan sektor lingkungan, sosil, dan ekonomi.
Sebagai percontohan, Sukiman juga berharap pengelolaan budi daya rumput laut di kasawan Teluk Seriwe dapat ditingkatkan. “Hal ini akan dapat mewujudkan budidaya perikanan berkelanjutan,” jelas Sukiman.
Dijelaskan, berdasarkan penilaian dari tim kementwrian, 65 persen kawasan budi daya rumput di Teluk Seriwe telah dikelola dengan baik. Rumput laut sendiri telah menjadi salah satu komoditas yang dikembangkan di Gumi Patuh Karya sejak 1987, khususnya di Teluk Seriwe.
“Tahun 2018, rumput laut sempat mendominasi hingga 50 persen pada produksi perikanan Lotim,” bebernya.
Sukiman mengemukakan, seiring perkembangan budi daya rumput laut di Seriwe, pembudidaya membutuhkan pengelolaan yang tepat demi terwujudnya kawasan budi daya berkelanjutan. “Karena itu, kami pemerintah Kabupaten Lotim menyambut baik program ini,” ujarnya.
Penyusunan dokumen rencana implementasi tersebut melibatkan seluruh pemangku kepentingan termasuk pelaku budi daya rumput laut di Kawasan Teluk Seriwe. Rapat juga dihadiri pejabat Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Iman Indrawarman. (tih/r5) Editor : Rury Anjas Andita