Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Soal Pengiriman PMI ke Malaysia, Disnaker Lotim Tunggu Info Kemnaker

Rury Anjas Andita • Selasa, 19 Juli 2022 | 14:00 WIB
TINGKATKAN KETERAMPILAN: Kepala Disnakertrans NTB I Gde Putu Aryadi menyematkan tanda peserta secara simbolis dalam pembukaan pelatihan di BLK Dasan Cermen, Kota Mataram, Kamis (10/2). (Dewi/Lombok Post)
TINGKATKAN KETERAMPILAN: Kepala Disnakertrans NTB I Gde Putu Aryadi menyematkan tanda peserta secara simbolis dalam pembukaan pelatihan di BLK Dasan Cermen, Kota Mataram, Kamis (10/2). (Dewi/Lombok Post)
SELONG-Beredarnya kabar tentang pemberhentian sementara pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Malaysia direspons serius oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lombok Timur. Sebab, hal itu dipandang akan berpengaruh pada ratusan calon PMI asal Lotim yang sejauh ini telah mengurus keberangkatannya.

Kepala Disnakertrans Lotim H Supardi menjelaskan, memang sejauh ini pihaknya belum menerima keterangan resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). “Tapi begitu beredar kabar ini di medsos, saya langsung berkoordinasi dengan BP2MI. Jawabannya sama, saya diminta untuk menunggu keterangan resmi juga,” terang Supardi pada awak media, Senin (18/7).

Sejauh ini, ada sekian perusahaan penyalur yang telah memiliki job order dan dalam proses pemberangkatan. Kata Supardi, setiap perusahaan mencapai 20 sampai 30 CPMI. Menurutnya, jika ada nanti memang benar akan ada pemberhentian sementara, maka pihaknya telah mempersiapkan langkah-langkah antisipasi sesuai dengan arahan dari pusat.

Langkah-langkah selanjutnya baru bisa dipastikan setelah ada keterangan resmi tersebut. Bukan spekulasi berdasarkan informasi yang masih beredar di media sosial. Kendati benar, maka ia berasumsi proses pemberhentian pengiriman hanya berlaku bagi yang baru akan diproses.

“Sedangkan yang sudah kemungkinan akan tetap diberangkatkan. Harapan kita seperti itu. Tapi kembali lagi ke aturan yang nanti tertera dari pusat,” jelasnya.

Memang ia khawatir jika ratusan CPMI dari Lotim yang telah siap berangkat secara resmi tersebut batal karena kendala perjanjian kerjasama antara Indonesia dan Malaysia yang mengalami perubahan. Ia khawatir jika CPMI tersebut akhirnya terpaksa memilih jalur ilegal.

“Namun kita terus mengimbau kepada warga, agar tidak melalui jalur ilegal lagi. Karena sudah sangat banyak buktinya,” terang Supardi. (tih/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#s #Kemnaker #pengiriman PMI #Disnakertrans Lotim #Malaysia