Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Parhan Diari, “Dokter Spesialis” Printer dari Lombok Timur

Rury Anjas Andita • Rabu, 20 Juli 2022 | 16:30 WIB
DOKTER PRINTER: Parhan Diari, tukang servis printer sedang membongkar salah satu printer milik pasiennya di Lingkungan Bermi, Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong, Senin (18/7). (Fatih/Lombok Post)
DOKTER PRINTER: Parhan Diari, tukang servis printer sedang membongkar salah satu printer milik pasiennya di Lingkungan Bermi, Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong, Senin (18/7). (Fatih/Lombok Post)
Parhan Diari sudah puluhan tahun membuka jasa layanan servis printer. Sudah puluhan ribu printer dengan berbagai merek sudah ia perbaiki. Dari masalah yang paling sepele, sampai yang paling rumit. Ribuan orang yang pernah datang tidak hanya dari Lotim, tapi juga luar daerah, sampai dari pulau Sumbawa.

----

Ratusan bangkai printer menumpuk di tempat kerjanya. Tangannya dipenuhi tinta. Kuku di ibu jari sengaja ia panjangkan. Katanya, hal itu dibutuhkan untuk mempermudahkan saat menjalankan operasi perbaikan printer yang di tangani. Selain hasil kerjanya memuaskan, ia juga merupakan sosok yang murah senyum dan punya banyak cerita lucu.

Parhan Diari, lelaki kelahiran tahun 1975 ini dikenal sebagai ahlinya printer. Menariknya, ilmu itu tidak ia dapatkan dari pembelajaran formal di bangku pendidikan. “Semuanya otodidak. Saya belajar dari membongkar dan merusak sendiri beberapa printer yang saya gunakan,” kata Parhan pada Lombok Post.

Awalnya, sekitar tahun 2005, Parhan membuka jasa layanan pengetikan dan percetakan mendiri di rumahnya. Pengalaman pertama ia belajar memperbaiki printer adalah ketika printer Cannon IP 1900 miliknya tiba-tiba rusak karena kehabisan tinta.

Mengetahui persoalan printer yang baru lima hari dibeli itu rusak, ia pun bertekad untuk mengetahui cara memperbaiki printer sendiri. Satu per satu printer yang ia miliki dibongkar pasang. Sampai ia mengetahui seluk beluk printer.

Dari yang awalnya memperbaiki punya sendiri untuk kebutuhan pribadi, orang-orang akhirnya berdatangan memperbaiki printer di tempatnya. Pada 2012 sampai 2015, ia bisa menerima 10 sampai 30 perinter dalam sehari.

“Dari 2016 sampai 2021, ada penurunan. Tapi sekarang langganan saya yang lama-lama datang kembali,” jelasnya.

Selain hasilnya memuaskan, yang membuat jasa servis printer Parhan diminati adalah harganya yang murah. Bahkan separo dari harga yang ditarif biasanya oleh jasa servis di toko-toko elektronik yang ada di seputar Selong.

Karena membuka praktik seperti itu, dia pernah diprotes. Menjawab protes itu, Parhan mengatakan, wajar jika ia memberi harga murah. Karena tempat praktiknya kecil dan tidak rapi.

“Di mana-mana barang harus mahal harganya, barang kasar murah harganya. Lagi pula tidak ada karyawan yang harus saya gaji,” jelasnya. (tih/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#Lombok Timur