“Untuk kelanjutan pembangunan ini kita sudah mendapat kepastian. Tahun ini akan dilanjutkan,” kata Sekda Lotim HM Juaini Taofik kepada awak media, Selasa (24/1).
Memang cukup disayangkan jika pembangunan tersebut tidak seutuhnya jadi. Kata Taofik, anggaran yang disiapkan juga tidak jauh berbeda dengan anggaran pembangunan sebelumnya yakni sekitar Rp 2,8 miliar. “Hampir tiga miliar,” jelasnya.
Pembangunan RTP Pancor sejak awal diharapkan menjadi ruang alternatif baru di tengah kota. Kata Taofik, saat ini telah ada pengembangan destinasi wisata religi, keberadaan Hamzanwadi Square akan membantu kemajuan destinasi tersebut.
Tak hanya itu, jika sudah jadi sepenuhnya, Car Free Day (CFD) juga akan dimulai dari simpang empat masjid At Taqwa Pancor. “Pasar malam juga akan kita kembangkan. Ini membuktikan, selangkah, setahap demi setahap apa yang kita canangkan bisa terwujud,” tuturnya.
Sebelumnya, Kepala BPPW NTB Ika Sri Rejeki menerangkan akan mengupayakan kelanjutan pembangunan Hamzanwadi Square sesuai dengan masterplan. Sebab sangat disayangkan jika pembangunan tersebut separo jalan. Itulah mengapa kelanjutan pembangunan telah diusulkan.
Ika berharap Hamzanwadi Square yang ada saat ini dan telah diserahkan dan ditangani Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lotim tetap dapat mengubah wajah kawasan Selong menjadi lebih baik. “Kita juga berharap RTP ini tetap dapat dikelola dan dipelihara dengan baik,” pintanya. (tih/r5) Editor : Rury Anjas Andita